Refleksi Akhir Tahun 2025, Kemenimipas Tegaskan Komitmen Transformasi Layanan dan Program Pembinaan Nasional
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 14

Refleksi Akhir Tahun 2025, Kemenimipas Tegaskan Komitmen Transformasi Layanan dan Program Pembinaan Nasional (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menggelar Refleksi Akhir Tahun Capaian Kinerja 2025 pada Senin (29/12).
Selanjutnya, kegiatan ini menjadi momentum evaluasi tahunan sekaligus perumusan langkah strategis Kemenimipas menuju 2026.
Melalui refleksi kinerja 2025, Kemenimipas merumuskan strategi 2026 berbasis Asta Cita guna memperkuat layanan publik dan pembinaan Warga Binaan.
Selain itu, refleksi ini menegaskan komitmen kementerian dalam meningkatkan kualitas layanan publik serta pembinaan Warga Binaan secara berkelanjutan.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh pegawai selama 2025.
Ia menegaskan bahwa capaian kinerja lahir dari kerja keras kolektif meski dinamika organisasi terus berlangsung.
Lebih lanjut, Menteri Agus mengucapkan terima kasih atas kontribusi seluruh jajaran Kemenimipas.
Kemudian, Menteri Agus menyampaikan permohonan maaf atas kendala operasional yang terjadi sepanjang 2025.
Selanjutnya, ia mengajak masyarakat memberikan doa dan dukungan agar Kemenimipas terus berbenah secara konsisten.
Lebih jauh, Kemenimipas berkomitmen meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat program pembinaan Warga Binaan secara terarah.
Menteri Agus menjelaskan bahwa Kemenimipas telah menyusun 15 program aksi untuk tahun 2026.
Program tersebut bersumber dari 13 program akselerasi serta merujuk Asta Cita nasional.
Selain itu, program tersebut diselaraskan dengan delapan program prioritas Presiden tahun 2026.
Oleh karena itu, seluruh jajaran diarahkan fokus mencapai target kerja yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemenimipas Asep Kurnia memaparkan Capaian Kinerja Tahun 2025 secara komprehensif.
Ia menekankan bahwa peluncuran 13 Program Akselerasi menuntut kinerja optimal seluruh pegawai kementerian.
Asep menyampaikan pesan Menteri agar seluruh pegawai memberikan kinerja terbaik bagi organisasi dan masyarakat.
Selanjutnya, Asep melaporkan penerbitan 81 regulasi sepanjang 2025 di bidang Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Regulasi tersebut meliputi 14 Peraturan Menteri serta 67 Keputusan Menteri strategis.

Refleksi Akhir Tahun 2025, Kemenimipas Tegaskan Komitmen Transformasi Layanan dan Program Pembinaan Nasional (Dok. Istimewa)
Di bidang pemasyarakatan, pembinaan ketahanan pangan melibatkan 12.146 Warga Binaan.
Program tersebut memanfaatkan lahan seluas 4.424.101 meter persegi secara produktif.
Selain itu, Kemenimipas menyalurkan premi sebesar Rp905.284.228 kepada Warga Binaan.
Pada bidang pemberdayaan, Kemenimipas mencatat 13 ekspor karya Warga Binaan ke 11 negara tujuan.
Sebanyak 16 UPT melaksanakan ekspor dengan melibatkan 23.560 Warga Binaan aktif.
Selanjutnya, layanan integrasi mencatat 26.948 Cuti Bersyarat sepanjang 2025.
Selain itu, Pembebasan Bersyarat mencapai 77.243 dan Cuti Menjelang Bebas sebanyak 74.
Dengan demikian, total layanan integrasi mencapai 104.265 warga.
Kemudian, sebanyak 500 UPT telah mendaftar sebagai anggota Inkopasindo nasional.
Selain itu, ikrar setia NKRI dilaksanakan oleh 98 narapidana terorisme.
Program UMKM melibatkan 20.392 Warga Binaan dengan omzet Rp10,9 miliar.
Program tersebut juga menghasilkan premi sebesar Rp1,5 miliar secara nasional.
Lebih lanjut, Kemenimipas memindahkan 1.882 Warga Binaan ke Nusakambangan.
Selain itu, pemindahan dalam wilayah mencakup 41.462 Warga Binaan.
Di bidang prestasi, petugas Lapas Terbuka Kelas IIB Ciangir meraih medali emas SEA Games 2025.
Prestasi tersebut diraih Arya Danu Susilo pada cabang taekwondo kelas 74 kilogram.
Asep menegaskan bahwa seluruh capaian lahir dari kerja kolektif jajaran Kemenimipas.
Ia menekankan pentingnya kepemimpinan dan arah kebijakan Menteri serta Wakil Menteri.
Akhirnya, setiap capaian menjadi pijakan strategis menuju tata kelola Kemenimipas yang semakin PRIMA.
Sementara itu, setiap kekurangan menjadi pembelajaran untuk peningkatan kinerja berkelanjutan.
- Penulis: Husni
