Respons Cepat Pascabencana, Pemerintah Kirim 16 Ribu Tabung LPG 3 Kg ke Banda Aceh
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 28

Ilustrasi - Persediaan LPG subsidi 3 kilogram (Kg). (Foto : Humas Pertamina)
PAStime News, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan keandalan pasokan energi bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh dengan menyiapkan tambahan 16 ribu tabung LPG subsidi 3 kilogram yang segera dikirimkan ke Banda Aceh.
Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Rudy Sufahriadi menyampaikan bahwa penambahan pasokan tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan PT Pertamina (Persero) sebagai langkah mitigasi atas potensi kekurangan pasokan LPG, khususnya di wilayah Provinsi Aceh.
“Pertamina akan menambahkan pasokan 16 ribu tabung LPG subsidi 3 kg yang akan dikirimkan ke Banda Aceh untuk memitigasi kendala kurangnya pasokan LPG, khususnya di Provinsi Aceh,” ujar Rudy dalam keterangan resminya.
Rudy menegaskan, mobilisasi tambahan stok ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah dalam memastikan distribusi energi tetap berjalan meskipun akses logistik pascabencana mengalami gangguan.
“Kami terus melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi dengan Pertamina untuk mempercepat distribusi, sehingga kelangkaan akibat terputusnya akses logistik dapat segera teratasi dan beban masyarakat bisa berkurang,” jelasnya.
Pengiriman tambahan LPG tersebut akan dilakukan dalam dua kloter. Pengiriman pertama sebanyak 6.000 tabungdijadwalkan tiba di Banda Aceh pada Selasa (16/12), sementara 10.000 tabung sisanya akan menyusul dan diperkirakan tiba pada Rabu (17/12).
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Sidang Kabinet Paripurna melaporkan bahwa distribusi LPG di Aceh masih menghadapi tantangan besar akibat terbatasnya akses darat di sejumlah wilayah terdampak.
“Kalau Aceh, Bapak Presiden, jujur saya katakan di tiga kabupaten memang membutuhkan usaha yang sangat luar biasa karena akses darat belum bisa. Kami masih mendrop LPG Pertamina menggunakan helikopter, pesawat Hercules, bahkan melalui jalur alternatif dan rakit. Apa pun kami lakukan untuk percepatan,” ujar Bahlil di Istana Presiden, Senin (15/12).
Saat ini, akses darat distribusi LPG dari Lhokseumawe menuju Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, dan Bireuen masih terputus. Untuk itu, Pertamina melakukan pasokan darurat melalui jalur laut menggunakan kapal Roro dari Lhokseumawe ke Banda Aceh.
Pasokan LPG melalui jalur laut tersebut telah mampu memenuhi kebutuhan LPG untuk dapur umum dan masyarakatdi Banda Aceh dan sekitarnya. Selain itu, penyaluran LPG Bright Gas ke wilayah terisolir seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah dilakukan melalui jalur udara (sling load) menggunakan helikopter milik BNPB.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana, sebagai bagian dari upaya pemulihan dan perlindungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
