Kreativitas Memutus Keterbatasan: Narapidana Rutan Ambon Sukses Memproduksi Meja Lipat Berkualitas Tinggi Berdaya Saing Pasar
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 20

Sumber: Rutan Ambon (Dok. Istimewa)
AMBON, PAStime News – Kreativitas warga binaan Rutan Ambon terus dipacu secara intensif.
Oleh karena itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada produktivitas nyata.
Sebagai buktinya, mereka sukses merakit dua meja lipat bernilai ekonomis tinggi.
Bahkan, produk pertukangan kayu tersebut kini berpotensi dipasarkan secara luas.
Meskipun demikian, proses pengerjaannya tetap mengedepankan ketelitian mutlak.
Selain itu, kerapian serta kualitas mutu selalu dijaga dengan ketat.
Akibatnya, mebel karya warga binaan tersebut mampu bersaing di pasaran.
Sementara itu, Petugas Bimbingan Kegiatan Rutan Ambon, Rano, memberikan pendampingan bertahap.
Dengan demikian, para narapidana dapat menguasai teknik pertukangan secara utuh.
Sebab, pelatihan ini mencakup pengukuran, pemotongan, perakitan, hingga tahap penyelesaian akhir.
Selanjutnya, Rano mengungkapkan fokus utama dari program pelatihan keterampilan ini:
“Dalam prosesnya, kami tidak hanya mengajarkan bagaimana membuat sebuah meja, tetapi juga bagaimana menghasilkan produk yang rapi, kuat, dan memiliki nilai jual. Setiap tahapan kami dampingi agar Warga Binaan memahami teknik pengerjaan sekaligus memperhatikan kualitas hasil.”
Di samping itu, antusiasme peserta menjadi kunci utama keberhasilan karya tersebut.
Sebab, mereka langsung mempraktikkan teori pertukangan dengan penuh kecermatan.
Lebih lanjut, Rano kembali menyampaikan harapannya terkait perkembangan keahlian warga binaan:
“Dari proses latihan, mereka mulai terbiasa bekerja dengan teliti dan memperhatikan detail. Harapannya, keterampilan ini terus berkembang sehingga nantinya dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat.”
Oleh sebab itu, kegiatan ini menjadi wujud nyata pembinaan kemandirian Pemasyarakatan.
Dengan kata lain, potensi diri para warga binaan terdorong secara optimal.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Rutan Ambon, Meta Putra, memberikan penegasan berikut:
“Pembinaan kemandirian harus mampu memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan. Karya seperti meja lipat ini menunjukkan bahwa Warga Binaan memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai.”
Kemudian, beliau menambahkan bahwa hasil karya harus terus didorong kualitansya.
Sehingga, program pembinaan tidak sekadar mengisi waktu luang secara rutin.
Akan tetapi, hal ini juga membuka peluang usaha mandiri pascabebas kelak.
Di sisi lain, salah seorang warga binaan berinisial O mengungkapkan kebahagiaannya:
“Saya senang bisa ikut kegiatan ini. Awalnya belajar dari dasar, mulai dari mengukur, memotong bahan, sampai merakit dan menyelesaikan meja. Dari sini saya mendapatkan keterampilan baru dan pengalaman yang bisa menjadi bekal untuk saya nanti setelah bebas.”
Oleh karena itu, pembuatan meja lipat ini menjadi bukti produktivitas lembaga.
Lagipula, pembinaan ini sangat sejalan dengan semangat Pemasyarakatan yang berkelanjutan.
Akhirnya, melalui pendampingan konsisten, kreativitas warga binaan dipastikan akan terus meningkat pesat.
- Penulis: Husni
