Rutan Bengkulu Panen Semangka, Wujud Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 32

Rutan Bengkulu menunjukkan komitmen dalam ketahanan pangan nasional dengan panen semangka di lahan binaan. (Dok: Humas Rutan Bengkulu)
PAStime News, Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis pemerintah. Khususnya dalam implementasi program akselerasi yang di gagas oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan Asta Cita Presiden di bidang ketahanan pangan nasional.
Bukti nyata komitmen tersebut terlihat dari keberhasilan Rutan Bengkulu panen semangka pada Kamis (16/10). Kegiatan ini di lakukan di lahan pertanian yang di kelola langsung oleh para warga binaan. Kegiatan ini di pimpin oleh Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, di dampingi oleh jajaran pejabat struktural serta Pembina Kemandirian, Nanang Darmawan.
Dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan, para petugas dan warga binaan bahu-membahu. Mereka memetik hasil kerja keras selama beberapa bulan terakhir. Tidak hanya sekadar aktivitas bertani, panen ini menjadi simbol keberhasilan program pembinaan kemandirian dan pemberdayaan warga binaan di bidang pertanian.
“Kami terus berupaya mengimplementasikan arahan Bapak Menteri, bahwa setiap satuan kerja pemasyarakatan harus mampu berkontribusi dalam ketahanan pangan. Melalui kegiatan bercocok tanam ini, warga binaan tidak hanya belajar keterampilan baru, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemandirian,” ungkap Yulian.
Selain semangka, lahan pertanian Rutan Bengkulu juga di tanami berbagai jenis sayuran konsumsi seperti pakcoy, kangkung, dan kacang panjang. Sebagian besar hasil pertanian ini di gunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur Rutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan luar.
Nanang Darmawan, selaku Pembina Kemandirian, menjelaskan bahwa seluruh proses pertanian dilakukan secara swakelola oleh warga binaan dengan pendampingan petugas. Metode ini tidak hanya memberikan lapangan kerja produktif di dalam Rutan, tetapi juga menjadi bekal keterampilan setelah bebas nanti.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan memiliki keahlian yang bermanfaat. Pertanian ini menjadi salah satu sarana pembinaan yang paling efektif, karena langsung menyentuh aspek kehidupan sehari-hari,” ujar Nanang.
Keberhasilan panen semangka ini menjadi cerminan dari sinergi antara kebijakan pusat dan pelaksanaan di satuan kerja daerah. Lebih dari sekadar kegiatan agrikultur, hal ini menunjukkan transformasi paradigma pemasyarakatan – dari tempat menjalani hukuman, menjadi pusat pembinaan sumber daya manusia yang produktif.
- Penulis: mamang
