Lapas Tual Kembangkan Ikat Pinggang Kayu Arang Khas Maluku
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 26

Lapas Tual Kembangkan Ikat Pinggang Kayu Arang Khas Maluku (Dok. Istimewa)
Melalui pelatihan kemandirian berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Tual secara konsisten menghadirkan produk kerajinan kayu arang bernilai jual tinggi. Produk ini di kerjakan langsung oleh Warga Binaan.
LANGGUR, PAStime News – Lapas Kelas IIB Tual terus memperkuat komitmen dalam membangun kemandirian bagi warga binaan. Hal ini di lakukan melalui pelatihan keterampilan yang produktif dan berkelanjutan.
Melalui program itu, Lapas Tual kini lebih menekankan pengembangan ikat pinggang yang terbuat dari kayu arang khas Maluku. Produk ini menjadi produk utama mereka.
Selain memiliki kesan unik, material kayu arang juga memiliki permukaan yang keras, tampilan berkilau alami, dan ketahanan yang sangat baik, sehingga membuatnya menarik bagi para pengusaha dan konsumen.
Selanjutnya, seluruh proses produksi di lakukan secara langsung oleh warga binaan di bengkel kerja Lapas. Proses ini berlangsung dengan cara manual dan terpantau.
Sementara itu, Kepala Lapas Tual, Nurchalis Nur, menegaskan bahwa pengembangan ini bertujuan untuk menciptakan produk yang menjadi ikon dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Kami melihat adanya potensi yang sangat besar pada kayu arang ini, dan ternyata juga banyak orang yang tertarik dengan produk ini,” kata Nurchalis Nur, Jumat (6/2).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembinaan tidak hanya mengisi waktu. Namun, pembinaan juga menghasilkan produk yang berkualitas dan siap untuk dipasarkan secara ekspor dengan daya saing yang baik.
Fokus kami bukan hanya pada aktivitas, tetapi pada produksi barang berkualitas yang siap dikirim keluar negeri dan mampu bersaing di pasar internasional,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik, K. Huwae menjelaskan bahwa proses produksi di lakukan dengan menerapkan standar yang sangat ketat.
Setiap potongan kayu dipilih dengan hati-hati, lalu dihaluskan hingga memancarkan kilau alami tanpa menggunakan banyak bahan kimia,” jelas K. Huwae.
Saat ini, produk ikat pinggang kayu arang yang di buat oleh Warga Binaan sudah di jual melalui acara pameran UKM dan galeri pemasyarakatan.
Selanjutnya, hasil penjualan di catat sebagai PNBP, yang juga memberikan premi yang layak kepada Warga Binaan berdasarkan kinerja mereka.
Masa depannya, Lapas Tual berharap memperluas kerja sama strategis. Hal ini agar dapat menjangkau pasar nasional hingga luar daerah Maluku.
- Penulis: Husni
