Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya Perkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Melalui Pelatihan Seni Musik Paduan Suara dan Angklung Terstruktur
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 46

Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya Perkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Melalui Pelatihan Seni Musik Paduan Suara dan Angklung Terstruktur (Dok. Istimewa)
SIDOARJO, PAStime News – Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya terus meningkatkan pembinaan keterampilan bagi warga binaan secara berkelanjutan.
Pelatihan Kesenian di Rutan Perempuan Surabaya Dorong Pengembangan Minat, Stabilitas Emosi, dan Karakter Positif Warga Binaan Secara Berkelanjutan
Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Rutan adalah menyelenggarakan pelatihan kesenian berupa paduan suara dan angklung pada hari Rabu, 4 Februari.
Melalui kegiatan tersebut, warga binaan dapat menyalurkan minat dan bakatnya di bidang seni musik secara positif dan terarah.
Selain itu, pelatih juga membimbing teknik dasar bernyanyi, cara mengatur napas, serta bagaimana bermain angklung secara rapi dan serasi.
Selanjutnya, Rutan mengatur jadwal latihan secara bertahap agar semua peserta dapat mengikuti proses pembelajaran dengan optimal.
Sebab itu, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan di antara para Warga Binaan.
Di sisi lain, kegiatan ini membantu menanamkan nilai-nilai seperti saling menghargai, kerja sama, dan disiplin dalam lingkungan Rutan.
Sementara itu, pelatih seni, Hendy, menghargai semangat peserta yang telah ikut serta dalam pelatihan tersebut.
“Pembinaan di dalam rutan ini sangat bagus,” kata Hendy.
“Selanjutnya, ia menambahkan, ‘Warga binaan memiliki disiplin yang baik, semangat dalam belajar, dan tekad kuat untuk terus berkembang.'”
Selanjutnya, Hendy menganggap seni musik efektif sebagai sarana terapi untuk mengelola emosi.

Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya Perkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Melalui Pelatihan Seni Musik Paduan Suara dan Angklung Terstruktur (Dok. Istimewa)
Menurutnya, kegiatan seni dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kesehatan mental para warga binaan.
Dari sisi peserta, salah satu warga binaan yang berinisial S mengalami perubahan positif setelah mengikuti pelatihan tersebut.
“Saya merasa lebih bahagia dan tidak mudah stres,” kata S.
“Kegiatan ini mengajarkan pentingnya kerja sama dan disiplin,” tambahnya.
Oleh karena itu, pembinaan kesenian ini diharapkan menjadi bekal berharga selama menjalani masa hukuman.
Akhirnya, program ini membantu warga binaan kembali ke masyarakat dengan membekali mereka keterampilan, kepercayaan diri, serta sikap yang positif.
- Penulis: Husni
