Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya Terima Empat Tahanan WNA dari Kejaksaan Negeri
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 46

Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya Terima Empat Tahanan WNA dari Kejaksaan Negeri dengan Prosedur Humanis dan Standar Pelayanan Berbasis Hak Asasi (Dok. Istimewa)
SIDOARJO, PAStime News – Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya menerima empat tahanan warga negara asing dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Selasa (3/2).
Penerimaan Tahanan Warga Negara Asing Kasus Pencurian Perhiasan Emas Di laksanakan Tertib, Aman, dan Mengedepankan Pemeriksaan Administrasi serta Kesehatan
Selanjutnya, petugas melakukan penerimaan dengan rapi, aman, serta tetap menitikberatkan pada pendekatan kemanusiaan.
Adapun keempat warga negara asing tersebut adalah tahanan dalam kasus pencurian perhiasan emas yang berasal dari Pakistan dan Jordania.
Secara rinci, ZR dan YSM berasal dari Pakistan, sedangkan MRYM dan FR merupakan warga negara Jordania.
Sebelumnya, petugas memeriksa ke lengkapan berkas administrasi sebagai syarat utama untuk melanjutkan ke tahapan pemeriksaan berikutnya.
Selain keamanan, Rutan Perempuan Surabaya juga memprioritaskan aspek kesehatan sebagai bagian dari pelayanan dasar yang di berikan kepada tahanan baru.
Karena itu, keempat warga negara asing tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan, meliputi pengecekan tekanan darah serta tes urine untuk mengetahui kehamilan.

Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya Terima Empat Tahanan WNA dari Kejaksaan Negeri dengan Prosedur Humanis dan Standar Pelayanan Berbasis Hak Asasi (Dok. Istimewa)
Berdasarkan hasil pemeriksaan, semua tahanan di nyatakan sehat dan menunjukkan hasil tes urine kehamilan negatif.
Staf pelayanan tahanan, Endah, menjelaskan betapa pentingnya pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari proses penerimaan awal.
“Kami memastikan setiap tahanan diterima dalam kondisi sehat dan aman sebelum mengikuti masa pengenalan lingkungan,” kata Endah.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Surabaya, Yuyun Nurliana, menegaskan komitmen terhadap pelayanan yang berbasis profesionalisme dan kemanusiaan.
Kami menjalankan penerimaan secara humanis dan profesional, sekaligus memastikan hak dasar tahanan terpenuhi sejak awal,” tegas Yuyun.
Selanjutnya, petugas memasukkan para tahanan ke dalam kamar hunian dan mengikutsertakan mereka dalam masa penebusan rutan.
- Penulis: Husni
