Seledri Hidroponik Lapas Batulicin Diminati Pengunjung
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 51

Sumber Lapas Batulicin (Dok. Istimewa)
Batulicin, Pastime News – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Batulicin terus meningkatkan pembinaan kemandirian dengan cara menanam seledri menggunakan sistem hidroponik yang kini semakin banyak di minati oleh masyarakat.
Selain itu, tingginya minat para pengunjung menunjukkan bahwa program pembinaan berhasil menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Selanjutnya, seledri hidroponik ditanam di Sarana Asimilasi dan Edukasi dengan bimbingan petugas pembinaan.
Selanjutnya, semua proses, mulai dari penyemaian, perawatan, sampai panen, di lakukan langsung oleh Warga Binaan.
Hasil panen dijual di Kantin Pujasera Lapas Batulicin agar bisa memenuhi kebutuhan di dalam lembaga tersebut.
Sementara itu, produk juga di jual kepada keluarga warga binaan saat layanan kunjungan yang di lakukan setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis.
Sebab itu, penjualan juga membantu menjalankan operasional serta menjaga kelanjutan program pembinaan kemandirian.
Di sisi lain, petugas Lapas Batulicin, Hairul, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat menjadi dorongan semangat bagi Warga Binaan.
“Budidaya seledri menggunakan sistem hidroponik tidak hanya memberikan hasil pertanian yang baik, tetapi juga membantu warga binaan mempelajari cara mengelola pertanian modern secara teknis. Antusiasme pengunjung terhadap hasil panen menjadi semangat bagi mereka untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas keterampilannya,” kata Hairul.
Sementara itu, seorang pengunjung bernama Mega mengatakan bahwa ia sangat senang dengan kualitas seledri hidroponik yang dia beli.
“Seledri yang ditanam secara hidroponik ini sangat berguna untuk kebutuhan masakan sehari-hari di rumah karena teksturnya segar dan kualitasnya baik. Saya juga merasa senang bisa ikut membeli hasil karya warga binaan karena secara tidak langsung saya ikut mendukung perputaran manfaat agar program pembinaan hidroponik di Lapas Batulicin dapat terus berjalan dan berkembang secara berkelanjutan,” ujar Mega.
Selain itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan bahwa meningkatnya minat masyarakat merupakan tanda keberhasilan dari program pembinaan tersebut.
“Meningkatnya perhatian masyarakat terhadap hasil tanam seledri hidroponik menunjukkan bahwa upaya melatih kemandirian di Lapas Batulicin sudah berbuah hasil yang berarti dan bermanfaat. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program yang produktif sebagai bentuk dukungan dalam menerapkan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tahun 2026, sehingga dapat menciptakan Warga Binaan yang terampil, mandiri, memiliki daya saing, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” kata Thoha.
Dengan demikian, Lapas Batulicin terus memperkuat pembinaan produktif yang meningkatkan keterampilan, mendukung ketahanan pangan, serta membantu meningkatkan kemandirian Warga Binaan.
- Penulis: Husni
