SMART WARTELSUS Dorong Transparansi Layanan Komunikasi Warga Binaan di Lapas Wahai
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 68

Sumber: Lapas Wahai (Dok. Istimewa)
WAHAI, PAStime News – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai secara resmi meluncurkan inovasi digital bernama “SMART WARTELSUS” pada hari Selasa, tanggal 12 Mei.
Program ini menyediakan sistem komunikasi berbasis voucher untuk Warga Binaan. Selain itu, inovasi ini menggunakan manajemen jaringan MikroTik RouterOS.
Sebelum ini, penggunaan Wartelsuspas masih di lakukan dengan cara manual. Namun sekarang, waktu akses komunikasi tercatat secara otomatis dan lebih terukur.
Dengan cara ini, semua Warga Binaan mendapatkan hak komunikasi yang sama, transparan, dan lebih akuntabel.
Pencipta inovasi ini, Agus Wewra, menjelaskan bahwa digitalisasi ini mengatasi masalah antrean dan potensi konflik di antara Warga Binaan.
Ia mengatakan,
“SMART WARTELSUS ada untuk memastikan setiap Warga Binaan mendapatkan hak akses komunikasi yang setara tanpa ketidakadilan. ”
Ia juga menambahkan,
“Sistem voucher membatasi waktu bicara secara otomatis sehingga penggunaan alat komunikasi menjadi lebih teratur. ”
Sementara itu, Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Usman Bakri, berpendapat bahwa inovasi ini membantu efektivitas pengawasan oleh petugas.
Selama ini, pengelolaan penggunaan layanan di lakukan secara manual. Hal ini sering mengganggu konsistensi pengawasan.
Oleh karena itu, digitalisasi di anggap dapat mengurangi kelalaian dan menjaga stabilitas keamanan blok hunian.
Usman menegaskan,
“Digitalisasi ini membuat pengawasan lebih mudah dan menjaga ketertiban dalam penggunaan layanan komunikasi. ”
Di sisi lain, Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi, juga memberikan apresiasi terhadap langkah inovatif para CASN.
Ia berpendapat, inovasi ini sejalan dengan penguatan e-government dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
La Joi menyatakan,
“SMART WARTELSUS membuat layanan komunikasi lebih transparan dan akuntabel. ”
Selain itu, ia menilai inovasi ini juga membantu membangun citra positif lembaga di mata masyarakat dan keluarga Warga Binaan.
Dukungan juga berasal dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro.
Ia berharap inovasi digital ini bisa menjadi contoh bagi Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan lainnya di Maluku.
Ricky menekankan,
“Penggunaan teknologi ini menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan menjadi penghalang untuk menyediakan pelayanan yang profesional dan efisien. ”
Sebagai penutup, kegiatan sosialisasi di tutup dengan simulasi penggunaan voucher, mulai dari proses login hingga pemutusan koneksi otomatis ketika waktu habis.
- Penulis: Husni
