Tesla Tersalip BYD! Penjualan Mobil Listrik Global Turun di 2025
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 19

Hal itu menandai pertama kalinya perusahaan tersebut disalip dalam penjualan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) tahunan oleh produsen mobil China, BYD.
PAStime News, JAKARTA – Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla, melaporkan penurunan pengiriman kendaraan global pada 2025 sekitar 8,6 persen secara tahunan (year on year/yoy). Hal ini menandai pertama kalinya Tesla disalip oleh produsen mobil listrik asal China, BYD, dalam penjualan EV tahunan.
Berdasarkan data perusahaan, Tesla memproduksi 1,655 juta unit EV pada 2025 dan mengirim 1,636 juta unit. Angka ini lebih rendah dibandingkan 2024, ketika Tesla memproduksi 1,773 juta unit dan mengirim 1,789 juta unit. Penurunan penjualan ini dipicu, salah satunya, oleh pencabutan insentif pajak bagi konsumen AS pada September 2025.
Pada kuartal keempat (Q4) 2025, Tesla memproduksi 434.358 unit dan mengirim 418.227 unit, turun dari produksi 459.445 unit dan pengiriman 495.570 unit pada periode sama tahun sebelumnya. Penurunan pengiriman di Q4 mencapai sekitar 16 persen yoy.
Sementara itu, BYD mencatat penjualan EV global sebesar 2,257 juta unit pada 2025, meningkat 27,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan penjualan BYD terutama datang dari pasar internasional, termasuk Asia, Eropa, dan Amerika Latin.
Meski demikian, Tesla tetap menjadi produsen EV terbesar di AS, menguasai sekitar 45 persen pangsa pasar domestik. Namun, penurunan penjualannya menjadi indikasi perlambatan lebih luas di pasar EV AS. Menurut data dari Cox Automotive, penjualan EV di AS untuk semua merek turun lebih dari 40 persen yoy pada November 2025.
Para analis industri memproyeksikan bahwa penjualan EV di AS akan tetap lemah sepanjang 2026, seiring pasar menyesuaikan diri dengan kebijakan pajak dan tren permintaan konsumen.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
