Uji Higiene Dapur Lapas Atambua Diperkuat
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 14

Uji Higiene Dapur Lapas Atambua Diperkuat (Dok. Istimewa)
Pengiriman sampel air dan makanan ke Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi langkah strategis Lapas Atambua menjamin standar gizi, kebersihan, dan keamanan konsumsi Warga Binaan
Kegiatan tersebut di pimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Maria Sere.
Selain itu, Kepala Seksi Pembinaan, Henok Mabilehi, juga berada di sana untuk menyaksikan.
Dengan demikian, transparansi dan akurasi data terjamin.
Maria menjelaskan seluruh tahapan mengikuti protokol medis.
Sampel mencakup air minum dan air yang di gunakan untuk mencuci bahan baku.
Selanjutnya, di lakukan pemeriksaan bakteri E. coli.
Selain itu, menu makanan harian juga di uji, seperti nasi dan bubur kacang hijau.
Kemudian, telur rebus, sayur terong, dan tahu goreng juga di cek.
Maria mengatakan,
Semua sampel dimasukkan ke dalam wadah yang sudah steril sesuai dengan prosedur standar kesehatan.”
Dengan demikian, kemurnian parameter tetap terjaga.
Selanjutnya, petugas dapur Cio Mendonca mengambil sampel dan membawanya ke Kupang.
Perjalanan darat di tempuh sekitar delapan jam.
Langkah tersebut memastikan sampel tiba tepat waktu dan dalam kondisi yang stabil.
Adapun pengujian mencakup aspek bakteriologis dan kimiawi.
Secara khusus, deteksi di lakukan terhadap bakteri Salmonella.
Selain itu, proses identifikasi zat-zat berbahaya seperti Boraks dan Formalin juga di lakukan.
Selanjutnya, kandungan besi (Fe), mangan (Mn), dan nitrat juga di analisis.
Hasil resmi akan di umumkan dalam 14 hari kerja.
Selanjutnya, data tersebut di gunakan sebagai dasar untuk menerbitkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.
Dengan demikian, sertifikat bukan sekadar dokumen administratif.
Hasil uji tersebut menunjukkan komitmen yang berkelanjutan untuk terus meningkatkan kualitas dapur sehat.
Akhirnya, langkah ini memperkuat jaminan kualitas hidup warga binaan dengan menerapkan standar pangan yang dapat di pertanggungjawabkan.
- Penulis: Husni
