Wamentrans Dorong Melon Mesuji Tembus Pasar Global, Bukti Sukses Kawasan Transmigrasi
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 33

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi saat menghadiri panen raya melon di Desa Tanjung Menang Raya, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, Jumat (24/1/2026) Dok.Istimewa
PAStime News, JAKARTA – Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mendorong produk unggulan kawasan transmigrasi, termasuk melon dari Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, agar mampu menembus pasar global dan berdaya saing tinggi. Hal ini disampaikan Wamentrans saat menghadiri panen raya melon di Desa Tanjung Menang Raya, Kabupaten Mesuji, Jumat.
Menurut Viva Yoga, Kabupaten Mesuji merupakan salah satu contoh nyata keberhasilan program transmigrasi nasional yang telah berjalan sejak era Presiden Soekarno hingga saat ini. Program transmigrasi dinilai berhasil melahirkan pusat-pusat pertumbuhan baru yang berkontribusi terhadap pembangunan nasional. Hingga kini, program transmigrasi telah menghasilkan 1.567 desa definitif, 466 kecamatan, serta 116 kabupaten/kota di berbagai wilayah Indonesia.
Wamentrans menjelaskan, saat ini terdapat 154 kawasan transmigrasi dengan karakteristik dan komoditas unggulan yang beragam. Di Kabupaten Mesuji, selain melon, komoditas unggulan lain yang berkembang adalah pisang dan singkong. Untuk memperkuat pemasaran hasil pertanian tersebut, Kementerian Transmigrasi menggandeng off-taker melalui nota kesepahaman agar produk petani kawasan transmigrasi memiliki kepastian pasar dan dapat dipasarkan secara lebih luas, termasuk melalui jaringan ritel.
Melalui kerja sama tersebut, Kementrans berharap seluruh proses produksi yang dilakukan oleh warga transmigran, mulai dari penanaman hingga panen, memiliki jaminan pemasaran yang berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Keberadaan off-taker dinilai menjadi salah satu kunci dalam membangun ekosistem ekonomi yang sehat dan berkesinambungan di kawasan transmigrasi.
Lebih lanjut, Viva Yoga menegaskan bahwa setiap kawasan transmigrasi memiliki ciri khas produk unggulan masing-masing yang akan diarahkan ke dalam program hilirisasi berbasis industri. Program ini dirancang dengan melibatkan masyarakat transmigrasi serta membuka peluang kerja sama dengan investor, sehingga tercipta efek berantai bagi pengembangan ekonomi rakyat dan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain penguatan sektor ekonomi, pada tahun ini Kementerian Transmigrasi juga berencana memberikan dukungan kepada Kabupaten Mesuji berupa pembangunan infrastruktur, renovasi fasilitas umum, penyediaan air bersih, serta berbagai bantuan lain yang dibutuhkan pemerintah daerah guna meningkatkan produktivitas pertanian.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Mesuji Elfianah menyampaikan bahwa wilayah Kabupaten Mesuji didominasi lahan kering dan lahan rawa gambut yang sebagian besar berada di kawasan transmigrasi. Kondisi tersebut memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman pangan dan perkebunan. Dengan luas lahan sawah mencapai lebih dari 29 ribu hektare serta indeks pertanaman yang terus meningkat, Kabupaten Mesuji dinilai mampu berkontribusi signifikan dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan Provinsi Lampung.
Kawasan Transmigrasi Mesuji sendiri telah bertransformasi dari kawasan hutan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di ujung utara Lampung yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Selatan, sekaligus menjadi contoh keberhasilan transmigrasi dalam mendorong pembangunan wilayah dan kesejahteraan masyarakat.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
