Warga Binaan Lapas Amuntai kembali menunjukkan aktivitas positif melalui program pembinaan kemandirian.
Selain itu, mereka mengikuti pelatihan pembuatan telur asin sebagai kegiatan keterampilan produktif.
Pada kegiatan tersebut, peserta mengolah sekitar 100 butir telur secara bersama-sama.
Selanjutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada Warga Binaan.
Selain itu, pelatihan ini juga menambah pengetahuan praktis mengenai pengolahan makanan.
Dengan demikian, peserta memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan di masa depan.
Kemudian, peserta memulai proses pembuatan telur asin dengan membersihkan telur terlebih dahulu.
Setelah itu, mereka melapisi telur menggunakan campuran garam dan bahan pendukung.
Selanjutnya, peserta menutup seluruh permukaan telur hingga proses pelapisan selesai.
Setelah proses tersebut, peserta menyimpan telur dalam wadah tertutup.
Kemudian, telur menjalani proses pengasinan selama beberapa hari.
Akhirnya, peserta merebus telur hingga siap dikonsumsi.
Sementara itu, Kepala Lapas Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menegaskan pentingnya kegiatan keterampilan bagi Warga Binaan.
Ia menjelaskan bahwa pembinaan kemandirian menjadi bagian penting dari program pembinaan di Lapas.
Selain itu, program tersebut bertujuan membekali peserta dengan keterampilan bermanfaat.
“Kami ingin memberikan pembelajaran praktis kepada Warga Binaan agar mereka memiliki keterampilan yang bermanfaat,” ujar Gusti Iskandarsyah.
“Pembinaan tidak hanya berfokus pada masa pidana, tetapi juga mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” lanjutnya.
Selain itu, kegiatan tersebut juga mendapat respons positif dari Warga Binaan.
Salah satu peserta, Afdal, menyampaikan rasa senangnya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menambah keterampilan.
“Kegiatan ini menambah keterampilan kami,” ungkap Afdal.
“Selain itu, kami berharap keterampilan ini menjadi bekal usaha ketika kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Akhirnya, Lapas Amuntai terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.
Selain itu, kegiatan keterampilan seperti ini menjadi sarana pembelajaran produktif.
Dengan demikian, Warga Binaan dapat menjadi lebih mandiri dan siap kembali ke masyarakat.

