Pasar Keuangan RI Terima Modal Asing Pekan Ini
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 144

Pasar Keuangan RI Terima Modal Asing Pekan Ini (Dok. Istimewa)
Jakarta, PAStime News – Bank Indonesia mencatat aliran modal asing masuk mencapai Rp 14,08 triliun pada 1–4 Desember 2025. Angka tersebut menunjukkan peningkatan minat investor di pasar keuangan Indonesia.
Tren Penguatan Modal Asing dan Ketahanan Ekonomi Nasional
Pada minggu pertama Desember, risiko pasar terus turun. Premi CDS Indonesia 5 tahun mencapai 71,18 bps per 4 Desember 2025, dan angkanya turun dari 72,45 bps pada 28 November 2025. Oleh karena itu, kondisi pasar menunjukkan perbaikan terukur. Selanjutnya, sektor keuangan tetap menarik bagi investor sehingga minat beli terus meningkat.
Bahkan, penguatan indikator ini mendukung optimisme pasar terhadap fondasi ekonomi nasional yang semakin kuat. Di tengah dinamika global, kestabilan ekonomi Indonesia terus terjaga melalui strategi kebijakan yang konsisten serta koordinasi yang erat dengan Pemerintah.
Karena itu, arus dana asing diharapkan terus mengalir untuk memperkuat cadangan devisa dan stabilitas nilai rupiah. Dampaknya, pasar saham, SBN, serta SRBI tetap kompetitif bagi investor global hingga akhir tahun.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan aliran modal asing terus meningkat.
“Nonresiden membukukan beli neto Rp 14,08 triliun pada periode 1–4 Desember 2025,” ujar Denny.
Arus masuk tersebut terdiri dari beli neto Rp 2,11 triliun di pasar saham. Selain itu, Rp 1,06 triliun masuk ke pasar Surat Berharga Negara. Lalu, Rp 10,92 triliun masuk ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia.
Namun, sepanjang 2025 masih terjadi tekanan jual. Berdasarkan data setelmen hingga 4 Desember 2025, nonresiden jual neto Rp 27,93 triliun di pasar saham, Rp 2,79 triliun di pasar SBN, dan Rp 122,14 triliun di SRBI.
“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah serta otoritas terkait. Selain itu, kami mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menjaga ketahanan eksternal,” lanjutnya.
Selanjutnya, BI melaporkan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah periode 1–5 Desember 2025. Pada 4 Desember 2025, Rupiah di tutup pada Rp 16.640 per dolar AS. Yield SBN 10 tahun turun ke 6,18 persen.
Pada saat yang sama, Indeks Dolar melemah ke 98,99. Tetapi, Yield UST Note 10 tahun justru naik ke 4,098 persen.
Kemudian, pada pagi 5 Desember 2025, Rupiah dibuka tetap di Rp 16.640 per dolar AS. Yield SBN 10 tahun juga bertahan di level 6,18 persen.
- Penulis: Husni
