Langkah Sigap Pemprov DKI Jakarta Memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh Demi Melindungi Kesehatannya Para Siswa Akibat Sisa Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 37

Sumber: Pemprov DKI Jakarta (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News – Kendati paparan abu vulkanik mulai menurun drastis, Pemprov DKI Jakarta resmi memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Oleh karena itu, kebijakan PJJ bagi seluruh jenjang sekolah negeri maupun swasta ini tetap diperpanjang hingga Selasa (8/9).
Keputusan tersebut diambil setelah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkoordinasi secara intensif dengan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Meskipun kualitas udara kian membaik, namun sisa abu vulkanik masih terdeteksi pada beberapa titik lokasi wilayah Jakarta.
Oleh sebab itu, Pemprov DKI membutuhkan tambahan waktu sehari guna memastikan keselamatan serta keamanan seluruh peserta didik.
“Abu vulkaniknya sudah mengalami penurunan yang luar biasa. Tetapi di beberapa daerah masih ada, dan kami masih memerlukan waktu satu hari untuk memperpanjang PJJ ini sampai dengan besok,” tegas Gubernur Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Senin (7/9).
Selanjutnya, ketentuan perpanjangan PJJ tersebut segera ditindaklanjuti secara resmi melalui Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Di sisi lain, Pemprov DKI terus mengintensifkan penanganan sisa abu vulkanik melalui penyemprotan water mist secara masif.
Bahkan, sebanyak 94 unit tangki beserta lebih dari 200 personel gabungan telah dikerahkan secara langsung ke lapangan.
Selain itu, Pemprov DKI juga meminta partisipasi pemilik gedung bertingkat untuk mengoperasikan fasilitas water mist milik mereka.
“Water mist itu terus kita lakukan sampai dengan besok. Kami bahkan sudah meminta kepada gedung-gedung yang mempunyai fasilitas water mist untuk bisa dilakukan itu. Jadi, Jakarta tetap mengadakan itu, dan pembagian masker tetap kita tindaklanjuti,” ungkap Gubernur Pramono.
Sementara itu, Pemprov DKI memastikan tidak ada perubahan kebijakan terkait pola jam kerja bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dengan demikian, ASN tetap bekerja secara normal di kantor sambil wajib mematuhi penggunaan masker saat beraktivitas di luar.
Di samping itu, Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat mengenai rencana pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Kami melakukan segala upaya. Doa, salat, dan sebagainya kita lakukan, termasuk OMC. Kalau bisa dilakukan, saya sudah minta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang memang punya kewenangan itu untuk melakukan OMC,” jelas Gubernur Pramono.
Sebagai informasi, pemantauan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau berstatus Level III (Siaga) ini telah dilakukan sejak Minggu (6/9).
Selanjutnya, hasil evaluasi kualitas udara pasca penyemprotan water mist menunjukkan adanya perbaikan pada parameter PM10 maupun PM2,5.
“SO₂ cenderung aman di seluruh wilayah. Cukup jauh di bawah baku mutu,” kata Gubernur Pramono.
Berdasarkan data citra satelit Himawari-9, sebaran abu vulkanik teramati bergerak menjauhi wilayah pemukiman Indonesia menuju arah Samudra Hindia.
Selain perpanjangan PJJ, langkah mitigasi awal juga dilakukan dengan mempercepat durasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) lalu.
Kemudian, Pemprov DKI secara berkelanjutan terus berkoordinasi dengan BMKG serta PVMBG/Badan Geologi untuk memperbarui data perkembangan kondisi cuaca.
Akhirnya, Gubernur Pramono mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, serta selalu waspada terhadap informasi palsu.
“Kita tetap tenang, tetapi waspada. Jangan mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, ikuti kanal resmi pemerintah. Jika membutuhkan bantuan darurat, hubungi Jakarta Siaga 112 atau fasilitas kesehatan terdekat,” imbaunya.
Sumber: Pemprov DKI Jakarta/jakarta.go.id
- Penulis: Husni
