Ancaman Defisit Finansial Jaminan Kesehatan Nasional, Di Sorot Menko PMK
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 24

Menko PMK Soroti Ancaman Defisit Jaminan Kesehatan
JAKARTA, PAStime News – Menko PMK Pratikno mengingatkan ancaman defisit finansial jaminan kesehatan nasional.
Selain itu, ia menyampaikan peringatan tersebut pada peringatan UHC Day 2025.
Selanjutnya, acara berlangsung di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta.
Penyakit tidak menular yang dapat dicegah terus meningkatkan klaim pembiayaan kesehatan.
Bahkan, penyakit berat ini menyumbang lebih dari 52 persen kematian nasional.
“Fakta ini menunjukkan fokus pengobatan tanpa pencegahan akan terus mengancam defisit JKN,” ujar Pratikno, Jumat (12/12/2025).
Sementara itu, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyoroti peserta nonaktif.
Selain itu, pemerintah masih menghadapi tantangan keaktifan pembayaran iuran.
“Tantangan bukan hanya cakupan, tetapi keaktifan iuran.
Masih ada 20,38 persen peserta nonaktif, setara 53 juta orang,” kata Muhaimin.
Lebih lanjut, Muhaimin menilai revolusi preventif terintegrasi sangat mendesak.
Selain itu, ia menyinggung kebiasaan konsumsi makanan tidak sehat masyarakat.
Di sisi lain, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan memaparkan capaian kepesertaan.
Selanjutnya, Abdul Kadir membandingkan kecepatan Indonesia dengan negara maju.
“Jerman mencapai UHC dalam 112 tahun.
Indonesia mencapainya hanya dalam 10 tahun,” ucap Abdul Kadir.
Saat ini, cakupan kepesertaan jaminan kesehatan nasional mencapai 98,6 persen.
Dengan demikian, lebih dari 282 juta penduduk telah menjadi peserta.
Namun demikian, pemerintah mengakui ketimpangan akses layanan kesehatan antarwilayah.
Selain itu, wilayah timur Indonesia masih kekurangan tenaga dan fasilitas kesehatan.
“Masalahnya bukan jangkauan BPJS, melainkan keterbatasan tenaga, rumah sakit, dan alat kesehatan,” kata Abdul Kadir.
Akhirnya, seluruh pemangku kepentingan diharapkan memperkuat kolaborasi berkelanjutan.
Dengan demikian, pencegahan penyakit dan reformasi sistem dapat berjalan seimbang.
- Penulis: Husni
