Lapas Perempuan Palu Perkuat Pembinaan Spiritual Warga Binaan melalui Peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 26

Melalui peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad saw. 1447 Hijriah, Lapas Perempuan Kelas III Palu meneguhkan pembinaan keagamaan sebagai fondasi disiplin, keimanan, serta perbaikan karakter Warga Binaan secara berkelanjutan (Dok. Istimewa)
SIGI, Pastime News – Lapas Perempuan Kelas III Palu mengadakan perayaan Isra Mikraj Nabi Muhammad saw. pada tahun 1447 Hijriah bersama para Warga Binaan.
Acara tersebut berlangsung di Musala An-Nisa pada hari Rabu (21/1), dengan suasana yang tegang dan penuh keterlibatan spiritual.
Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana untuk membangun kepribadian para Warga Binaan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan secara berkelanjutan.
Melalui peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad saw. 1447 Hijriah, Lapas Perempuan Kelas III Palu meneguhkan pembinaan keagamaan sebagai fondasi disiplin, keimanan, serta perbaikan karakter Warga Binaan secara berkelanjutan
Kegiatan dibuka oleh Kepala Urusan Tata Usaha, Famdi, yang mewakili Kepala Lapas Perempuan Palu.
Pada kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya peristiwa Isra Mikraj sebagai kesempatan untuk meningkatkan keimanan.
Lebih lanjut, ia mengajak Warga Binaan untuk memperbaiki disiplin dalam menjalankan ibadah, terutama salat lima waktu.
Famdi menekankan bahwa perayaan Isra Mikraj bertujuan sebagai pengingat spiritual bagi seluruh peserta.
Menurutnya, kesadaran dan keikhlasan dalam menjalankan salat lima waktu menjadi pondasi utama dalam pembinaan diri.
Oleh karena itu, ibadah terutama salat berperan penting dalam proses perbaikan perilaku secara berkelanjutan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustaz H. Haris Kasim.
Dalam ceramahnya, ia menjelaskan makna Isra Mikraj sebagai perjalanan besar Nabi Muhammad saw.
Peristiwa tersebut membawa perintah langsung dari Allah SWT tentang kewajiban salat lima waktu.
Ustaz Haris menekankan bahwa salat lima waktu merupakan kewajiban utama bagi setiap orang dalam kondisi apa pun.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa salat merupakan sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Tuhan.
Dengan demikian, salat menjadi kunci dalam membentuk pribadi yang lebih baik dan lebih bertanggung jawab.
Rangkaian acara semakin bermakna dengan di laksanakannya tilawatil Quran oleh Warga Binaan.
Selain itu, penampilan Marawis dari Musala An-Nisa menambah nuansa religius dan suasana yang khusyuk dalam kegiatan.
Oleh karena itu, suasana pembinaan spiritual terasa semakin dalam.
Melalui acara peringatan Isra Mikraj ini, Lapas Perempuan Palu berharap nilai-nilai spiritual terus tertanam kuat dalam diri para Warga Binaan.
Dengan adanya kegiatan ini, di harapkan dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta kesiapan hidup para Warga Binaan.
Akhirnya, pembinaan spiritual yang di lakukan mendukung proses reintegrasi para Warga Binaan menuju kehidupan yang lebih baik di masa depan.
- Penulis: Husni
