Lapas Banjarmasin Sulap Batok Kelapa Jadi Produk Bernilai, Perkuat Kemandirian Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 26

Lapas Banjarmasin Sulap Batok Kelapa Jadi Produk Bernilai, Perkuat Kemandirian Warga Binaan
BANJARMASIN,PAStime News – Melalui program pembinaan kerajinan tangan berbasis pemanfaatan limbah batok kelapa, Lapas Kelas IIA Banjarmasin mendorong keterampilan aplikatif, etos kerja, serta peluang usaha berkelanjutan bagi Warga Binaan.
Lapas Kelas IIA Banjarmasin mengolah batok kelapa menjadi produk bernilai jual.
Selain itu, Warga Binaan menghasilkan tas, dompet, kotak tisu, dan aksesori kreatif.
Dengan demikian, limbah berubah menjadi produk estetis dan ekonomis melalui program handicraft.
Selanjutnya, pembinaan di fokuskan pada peningkatan keterampilan praktis dan etos kerja.
Oleh karena itu, pembimbing mengarahkan peserta sejak pemilihan bahan hingga tahap finishing.
Selain itu, tim memastikan setiap produk memiliki kualitas layak pasar.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan pentingnya pembinaan kemandirian.
Selain itu, ia menyatakan program ini mendukung transformasi Pemasyarakatan yang produktif.
Ia menyampaikan:
Kami ingin memastikan Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan sebagai bekal kehidupan.
Kerajinan batok kelapa ini membuktikan bahwa bahan sederhana memiliki nilai ekonomi jika di bina dengan tepat.
Dukungan pemerintah daerah semakin memotivasi kami mengembangkan program berdampak nyata.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, memberikan apresiasi atas karya Warga Binaan.
Selain itu, ia turut mempromosikan produk tersebut sebagai bentuk dukungan nyata.
Dengan demikian, apresiasi tersebut meningkatkan semangat dan kreativitas peserta pembinaan.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menjelaskan tujuan program secara rinci.
Selain itu, ia menegaskan pembinaan di rancang untuk membentuk keterampilan aplikatif dan berdaya saing.
Selain melatih keterampilan teknis, kami menanamkan disiplin, ketelitian, dan rasa percaya diri.
Harapannya, setelah kembali ke masyarakat, mereka memiliki peluang usaha yang nyata.
Lebih lanjut, salah satu Warga Binaan, Sandi, mengaku bangga mengikuti kegiatan tersebut.
Selain itu, ia menyebut pengalaman ini meningkatkan rasa percaya diri.
Saya tidak menyangka batok kelapa bisa menjadi tas atau dompet yang bagus.
Kami lebih percaya diri karena karya kami di hargai dan didukung dari luar.
Pada akhirnya, Lapas Banjarmasin terus mendorong pembinaan produktif dan berkelanjutan.
Dengan demikian, bahan sederhana mampu membuka peluang usaha dan menumbuhkan harapan baru bagi Warga Binaan.
- Penulis: Husni
