Lapas Karang Intan Perkuat Sinergi Tanggap Bencana
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 91

Dok. Humas Lapas Karang Intan (Dok. Istimewa)
BANJAR, PAStime News — Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menguatkan janjinya untuk menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman dan siap menghadapi bencana.
Langkah ini juga di wujudkan dengan melakukan silaturahmi dan memperkuat kerjasama dengan Damkar dan BPBD Kabupaten Banjar.
Selanjutnya, kegiatan ini merupakan tindakan nyata untuk membangun kerjasama antar instansi dalam mengantisipasi risiko kebakaran dan bencana lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membicarakan cara-cara untuk memberikan bantuan darurat secara menyeluruh dan terencana.
Selain itu, pembicaraan juga mencakup cara pemanggilan, perkiraan waktu respon, serta kesiapan kendaraan dan petugas.
Tidak hanya itu, diskusi juga termasuk rencana perpanjangan Kerjasama sebagai bentuk kesinambungan sinergi.
Lebih jauh, pelatihan tentang penanggulangan kebakaran dan kesiapsiagaan bencana menjadi salah satu fokus utama.
Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kecepatan respon petugas dalam situasi darurat.
Di sisi lain, Kepala Subseksi Pelaporan dan Tata Tertib, Muhyiddin, menekankan pentingnya kesiapan internal dari petugas.
“Dengan pelatihan bersama, kami memastikan petugas memiliki keterampilan dasar dalam menangani kebakaran dan bencana,” ungkapnya.
Selain itu, ia menambahkan bahwa tindakan awal petugas sangat penting sebelum bantuan dari luar datang.
Di sisi lain, BPBD Kabupaten Banjar juga mengungkapkan dukungan untuk memperkuat koordinasi ini.
“Koordinasi yang baik akan mempercepat penanganan saat bencana terjadi,” kata Rifki.
Selanjutnya, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Banjar juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kapasitas petugas.
“Kami siap membantu melalui pelatihan dan simulasi agar petugas dapat bertindak dengan cepat dan tepat,” jelas Sofyan.
Oleh karena itu, semua pihak sepakat untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi secara berkelanjutan.
Dengan demikian, sistem respon terpadu yang lebih efektif dapat segera di wujudkan.
Akhirnya, kolaborasi ini di harapkan dapat mengurangi risiko dan dampak jika terjadi keadaan darurat.
Lebih jauh, langkah proaktif ini menjadi contoh nyata kerjasama antar instansi dalam menciptakan sistem penanggulangan bencana yang responsif.
- Penulis: Husni
