Lapas Besi Kembangkan Pembibitan Ginseng Merah Korea untuk Tingkatkan Kemandirian Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 76

Sumber: Lapas Besi (Dok. Istimewa)
NUSAKAMBANGAN, PAStime News – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Besi terus meningkatkan program pelatihan kemandirian untuk Warga Binaan.
Selain itu, upaya ini di laksanakan melalui proyek percobaan penanaman ginseng merah Korea yang bertujuan untuk pertanian yang lebih produktif.
Program ini dikelola oleh Seksi Kegiatan Kerja Lapas Besi sebagai cara untuk pelatihan yang inovatif dan memiliki nilai ekonomi.
Sementara itu, program ini menarik perhatian langsung dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso.
Kunjungan ini berlangsung di Lapas Besi pada hari Rabu (20/5), yang didampingi oleh Kepala Lapas Besi, Muda Husni, bersama timnya.
Selanjutnya, Kalapas Besi menemani Kakanwil untuk melihat secara langsung proses pembibitan ginseng merah Korea secara keseluruhan.
Melihat proses tersebut termasuk cara mengelola media tanam dan perawatan bersama petugas serta Warga Binaan.
Di sisi lain, program ini diharapkan memberikan manfaat edukatif dan juga membuka peluang ekonomi bagi Warga Binaan.
Muda Husni menegaskan bahwa pengembangan pembibitan ginseng merah Korea adalah langkah serius Lapas Besi dalam menawarkan pelatihan yang bisa menyesuaikan diri dengan kondisi.
Menurutnya, program ini dirancang untuk menjadi keterampilan yang bermanfaat dalam jangka panjang.
“Kami ingin memberikan pelatihan yang tidak hanya biasa, tetapi juga dapat menghasilkan keterampilan yang produktif,” kata Muda Husni.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa pembibitan ginseng merah Korea merupakan cara untuk memaksimalkan penggunaan lahan dan belajar mandiri.
“Program ini di harapkan dapat menjadi bekal baik bagi Warga Binaan saat kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Mardi Santoso memberikan penghargaan atas inovasi pembinaan yang dilakukan oleh Lapas Besi dalam hal pelatihan kemandirian.
Ia menganggap program ini adalah langkah positif untuk mendukung pembinaan yang produktif di dalam lingkungan Pemasyarakatan.
“Program seperti ini perlu di kembangkan lebih lanjut karena memberi dampak positif dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian Warga Binaan,” kata Mardi.
Lebih jauh, ia menilai bahwa inovasi pembibitan ginseng merah Korea menunjukkan bahwa pembinaan Pemasyarakatan semakin produktif dan berkelanjutan.
“Pemasyarakatan kini tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pelatihan yang bermanfaat dalam jangka panjang,” tegasnya.
Kegiatan kunjungan berlangsung dengan tertib dan baik sampai selesai.
Melalui program ini, Lapas Besi terus berupaya menciptakan Warga Binaan yang mandiri, produktif, dan siap memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
- Penulis: Husni
