LRT Jakarta Pegangsaan Dua–Manggarai Siap Beroperasi Agustus 2026
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 44

Sumber: Pemprov DKI Jakarta (Dok. Istimewa)
JAKARTA, Pastime News – Progres pembangunan koridor LRT Jakarta untuk rute Pegangsaan Dua hingga Manggarai telah mencapai 95 persen dan di perkirakan akan beroperasi pada bulan Agustus 2026.
Selanjutnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, terpercaya menjawi perkembangan tersebut kembangan usain kesiapan operasional Stasiun LRT Rawamangun, Selasa (14/7).
Peninjauan dilakukan secara bersamaan dengan Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin.
Selain itu, kegiatan tersebut juga memastikan bahwa pembangunan dan operasional telah siap sebelum layanan tersebut dibuka kepada masyarakat.
Pramono mengatakan,
“LRT Jakarta ini sepenuhnya di kelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT Jakpro, yang memiliki perusahaan anak bernama PT LRT Jakarta.” Saat ini progresnya sudah sekitar 95 persen.”
Sementara itu, pekerjaan pengangkatan girder telah selesai di lakukan secara penuh.
Selanjutnya, pengerjaan jalur rel antara Matraman dan Manggarai di perkirakan selesai pada akhir bulan Juli tahun 2026.
Di sisi lain, uji operasional telah di lakukan dari Stasiun Velodrome sampai Stasiun Kayu Manis dengan jarak seluruhnya 3,6 kilometer.
Selanjutnya, PT Jakpro bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk melakukan uji coba yang menyeluruh.
Pramono berharap,
“Kami berharap pada bulan Agustus nanti LRT ini dapat di resmikan oleh Bapak Presiden.”
Ini akan menjadi titik balik penting yang mengubah penampilan Jakarta karena meningkatkan kualitas penghubung transportasi umum.
Koridor dengan panjang 12,2 kilometer tersebut membutuhkan waktu sekitar 28 menit untuk di tempuh.
Selain itu, jalur ini memiliki 11 stasiun, di antaranya lima stasiun yang baru di bangun.
Meliputi terbesikan Rawamangun, Pramuka, Kayu Manis, Matraman, dan Manggarai dan Kelima.
Selanjutnya, semua stasiun di rancang secara terpadu dengan layanan Transjakarta.
Pada Stasiun Manggarai, penumpang juga bisa terhubung ke KRL Commuter Line serta Kereta Api Bandara.
Sementara itu, nilai investasi yang di gunakan untuk pembangunan koridor mencapai Rp12,5 triliun.
Investasi tersebut mencakup pembuatan jalur rel, stasiun, infrastruktur, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Pramono mengatakan,
“Sebelumnya, perjalanan dari daerah utara ke pusat kota sering kali mengalami kemacetan yang sangat parah.” Dengan adanya LRT Jakarta, hubungan antar daerah akan lebih baik lagi dan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk menggunakan transportasi umum yang lebih nyaman.
Selanjutnya, koridor Pegangsaan Dua–Manggarai di rencanakan akan melayani antara 60.000 hingga 80.000 penumpang setiap hari secara bertahap.
Setiap kereta yang beroperasi memiliki batas penumpang terbesar sebanyak 275 orang.
Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberikan kesempatan untuk pendanaan kreatif dengan memanfaatkan hak penamaan stasiun tersebut.
Selanjutnya, pembangunan kawasan yang berorientasi pada angkutan umum akan di laksanakan bersama perusahaan PT Jakpro dan PT LRT Jakarta.
Pramono menegaskan,
“Tiketnya jelas harus tetap terjangkau bagi masyarakat.” Tarif akan di kelola dengan profesional dan tetap memperhatikan kemampuan masyarakat serta menjaga keberlanjutan layanan.
Selanjutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang merencanakan pengembangan jalur Manggarai hingga Dukuh Atas dengan panjang sekitar dua kilometer.

Sumber: Pemprov DKI Jakarta (Dok. Istimewa)
Pembangunan di rencanakan di mulai awal tahun 2027 dan selesai pada tahun 2028 dengan anggaran sekitar Rp2,7 triliun yang berasal dari APBD DKI Jakarta.
Pramono menjelaskan,
“Kalau nanti terhubung sampai Dukuh Atas, seluruh jaringan akan benar-benar terintegrasi.”
Ini akan menjadi tampilan baru dalam transportasi Jakarta sekaligus memperkuat hubungan dengan MRT, KRL, Transjakarta, serta Kereta Cepat Whoosh pada tahap pengembangan selanjutnya.
Akhirnya, Pramono menambahkan bahwa proyek pembangunan LRT Jakarta di lakukan oleh tenaga kerja lokal.
Oleh karena itu, koridor tersebut di harapkan menjadi contoh transportasi umum yang terintegrasi dan memberikan manfaat nyata bagi kemudahan berpindah dan bergerak masyarakat.
Sumber: Pemprov DKI Jakarta/jakarta.go.id
- Penulis: Husni
