Apresiasi Dedikasi dan Integritas Organisasi: Lapas Perempuan Martapura Anugerahkan Penghargaan Pegawai Terbaik dan Alumnus Magang
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 22

Sumber : Lapas Perempuan Martapura ( Dok. Istimewa)
MARTAPURA PASTime News – Oleh karena itu, penguatan budaya apresiasi dan profesionalisme kerja terus di gaungkan oleh Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura.
Sebagai buktinya, pihak lembaga menyerahkan piagam penghargaan khusus kepada pegawai terbaik periode Juli pada Senin (31/8).
Bahkan, apresiasi setinggi-tingginya juga di berikan kepada para mahasiswi UIN Antasari Banjarmasin setelah menyelesaikan masa magang dua bulan.
Selanjutnya, penganugerahan ini di rancang sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi serta integritas tinggi selama bertugas di lingkungan pemasyarakatan.
Sementara itu, agenda ini bertujuan memotivasi seluruh jajaran agar senantiasa meningkatkan mutu pelayanan publik institusi.
Di samping itu, Kepala Lapas Perempuan Martapura, Evi Loliancy, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas pencapaian tersebut.
Oleh sebab itu, penghargaan ini di posisikan sebagai pemantik semangat demi mempertahankan standar kinerja yang melayani.
Namun demikian, beliau juga berharap agar wawasan operasional yang didapat para mahasiswi menjadi bekal akademis bernilai.
Berkenaan dengan pemberian motivasi kerja tersebut, Kepala Lapas Perempuan Martapura, Evi Loliancy, menegaskan pandangannya:
“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja yang telah diberikan. Bagi mahasiswa magang, semoga pengalaman selama di Lapas Perempuan Martapura dapat menjadi pembelajaran dan bekal yang bermanfaat.”
Selain itu, rasa syukur mendalam di sampaikan oleh petugas penerima predikat pegawai terbaik periode Juli, Nanda.
Terkait komitmen integritas pelayanan publik, Nanda menuturkan kesan resminya:
“Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik dalam melaksanakan tugas.”
Sementara itu, perwakilan mahasiswi magang, Nurul, membagikan pengalaman faktual selama dua bulan menjalani observasi lapangan.
Bahkan, pemahaman praktis mengenai proses reorientasi sosial warga binaan berhasil mengubah cara pandangnya secara fundamental.
Berkenaan dengan fakta lapangan tersebut, mahasiswi magang, Nurul, mengungkapkan kesaksiannya secara transparan:
“Ternyata di sini tidak semenakutkan seperti yang beredar di luar sana. Justru banyak kegiatan pembinaan yang dilakukan untuk membantu Warga Binaan menjadi lebih baik.”
Oleh karena itu, Lapas Perempuan Martapura berkomitmen terus membuka ruang kolaborasi edukatif bersama perguruan tinggi.
Pada akhirnya, sinergi ini terbukti efektif memperkuat kemitraan akademis sekaligus meluruskan persepsi masyarakat terhadap fungsi pemasyarakatan.
- Penulis: Husni
