Berantas Buta Aksara di Balik Jeruji: Lapas Surabaya Gelar Pendampingan Intensif Membaca bagi Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 17

Sumber : lapas surabaya (Dok. Istimewa)
Sidoarjo PASTime News – Oleh karena itu, komitmen terhadap pemenuhan hak pendidikan warga binaan terus di wujudkan secara konsisten oleh Lapas Kelas I Surabaya.
Sebagai bukti nyata, pihak Lapas memberikan bimbingan belajar membaca bagi warga binaan yang belum memiliki kemampuan literasi dasar.
Bahkan, sesi pembelajaran intensif ini diselenggarakan di Perpustakaan Laskar Ilmu Lapas Surabaya pada Senin (31/8).
Selanjutnya, sebanyak tiga orang warga binaan mendapatkan pembinaan khusus dari Seksi Bimbingan Pemasyarakatan bersama dua peserta magang.
Sementara itu, ketiga peserta tersebut merupakan warga binaan yang terdaftar dalam program pendidikan kesetaraan Kejar Paket A.
Di samping itu, kebutuhan bimbingan khusus ini terdeteksi saat mereka mengikuti proses pembelajaran tingkat Sekolah Dasar tersebut.
Oleh sebab itu, Seksi Bimbingan Pemasyarakatan mengambil langkah responsif untuk memberikan pendampingan personal sesuai kapasitas dasar peserta.
Namun demikian, materi pengajaran di sampaikan secara bertahap, dimulai dari pengenalan abjad, pelafalan huruf, hingga latihan mengeja kata.
Berkenaan dengan metode pengulangan materi pembelajaran tersebut, salah satu peserta magang, Aditya, memberikan penjelasannya:
“Yang kami perhatikan bukan hanya kemampuan mereka menghafal huruf, tetapi juga bagaimana mereka bisa mengingat dan menggunakannya saat membaca kata sederhana. Jadi kami mengulang materi yang sudah diberikan sampai mereka mulai terbiasa.”
Selain itu, kesempatan belajar dari tingkat dasar ini di sambut dengan antusiasme yang tinggi oleh para peserta.
Terkait semangat untuk menguasai kemampuan membaca mandiri, salah seorang Warga Binaan, M, menuturkan kesannya:
“Sekarang saya jadi punya kesempatan untuk belajar lebih pelan. Saya ingin bisa membaca sendiri, terutama untuk membaca tulisan-tulisan sederhana.”
Oleh karena itu, agenda ini menjadi bagian dari implementasi Program Aksi ke-11 Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Khususnya, program ini menjamin penyediaan akses pendidikan kesetaraan yang inklusif serta tepat sasaran bagi seluruh warga binaan.
Pada akhirnya, pendampingan bertahap ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan literasi dasar sekaligus mendukung keberhasilan program pendidikan kesetaraan.
- Penulis: Husni
