Prabowo Percepat Pembentukan Indonesia International Financial Center untuk Perkuat Daya Saing Investasi Global
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 41

Sumber: BPMI Setpres (Dok. Istimewa)
JAKARTA, Pastime News – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama seluruh anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
Rapat tersebut kemudian membahas tentang percepatan proses pembentukan Indonesia International Financial Center (IIFC).
Langkah tersebut bertujuan untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam bersaing sebagai destinasi investasi serta menjadi pusat layanan keuangan yang memenuhi standar internasional.
Menteri Investasi dan Hilirisasi serta Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, memberikan penjelasan tentang instruksi Presiden setelah rapat berlangsung.
Menurut Rosan, Presiden meminta agar pelaksanaan IIFC di percepat segera setelah dasar hukumnya mendapatkan persetujuan dari DPR.
“Rencana pelaksanaan Indonesia International Financial Center tersebut memang alhamdulillah sudah di setujui oleh DPR dan Bapak Presiden, sehingga di minta agar segera di tindaklanjuti,” kata Rosan.
Selain itu, pemerintah masih berencana membangun pusat keuangan internasional di Bali.
Namun, proses persiapan di perkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga tahun.
Oleh karena itu, pemerintah terlebih dahulu mempersiapkan berbagai aspek kelembagaan, regulasi, serta infrastruktur pendukung.
Di sisi lain, Rosan menyebutkan bahwa minat para investor terhadap rencana pembentukan IIFC sangat besar.
Sebelumnya, ia bertemu dengan sebelas investor, termasuk para pengelola family office, saat berkunjung ke Bali.
“Responsnya sudah sangat positif mengenai adanya financial center yang akan berdiri di Indonesia ini,” kata Rosan.
Sementara itu, pemerintah menetapkan Jakarta sebagai tempat operasi awal selama masa transisi.
Stage tersebut akan berlangsung selama dua hingga tiga tahun.
Selanjutnya, fokus pengembangan utama akan berada di Bali, meskipun tetap akan beroperasi di Jakarta.
“Mungkin dalam masa transisi ini, selama dua atau tiga tahun ke depan, akan di mulai terlebih dahulu di Jakarta, dan nanti di kembangkan lebih lanjut, baik di Jakarta maupun di Bali,” jelas Rosan.
Selain itu, pemerintah telah membuat gedung tersebut sebagai tempat awal beroperasinya IIFC di Jakarta.
Adapun Danantara akan berperan sebagai pengembang kawasan.
Sementara itu, pengelolaan IIFC akan diarahkan oleh ketua kawasan bersama dengan seorang gubernur.
Keduanya bertanggung jawab untuk mempersiapkan semua perangkat, sistem, serta pengelolaan agar pusat keuangan dapat beroperasi dengan optimal.
“Kalau Danantara memang sebagai pengembang kawasan, tetapi pusat keuangan tersebut nanti akan di pimpin oleh ketua kawasan serta oleh gubernurnya,” ujar Rosan.
Oleh karena itu, pembentukan Indonesia International Financial Center merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem investasi nasional.
Selain menarik investasi dari luar negeri, inisiatif tersebut juga di harapkan dapat meningkatkan akses terhadap pembiayaan.
Oleh karena itu, pemerintah menetapkan tujuan pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.
Sumber: BPMI Setpres/presidenri.go.id
- Penulis: Husni
