Dua Juara Baru Lahir!! UNJ Putri dan UIN Bandung Putra Kuasai Puncak Campus League Futsal 2025
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 135

PAStime News, JAKARTA – Tim futsal putri Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan tim futsal putra UIN Sunan Gunung Djati Bandung resmi keluar sebagai juara Campus League Futsal 2025 setelah memenangi laga final babak The Nationals yang digelar di GOR UNJ, Jakarta, Minggu.
Tim Putri UNJ menjadi yang pertama memastikan gelar juara setelah menumbangkan STKIP Pasundan Cimahi dalam laga dramatis yang berakhir dengan skor 2-1. Pertarungan berlangsung sengit sejak peluit awal dibunyikan. Gol cepat Azra Ziafa Kayla pada menit pertama membuat UNJ unggul 1-0, namun hanya berselang satu menit, Sarah Davi Auliamembalas untuk menyamakan skor menjadi 1-1.
Jual beli serangan terus terjadi hingga babak pertama berakhir tanpa tambahan gol. Ketegangan memuncak di pengujung laga ketika UNJ memecah kebuntuan lewat gol Ade Flora Dwi di menit terakhir, memastikan kemenangan sekaligus gelar juara nasional bagi kampus tuan rumah.
Pelatih tim futsal putri UNJ, Nur Fitranto, menyebut kemenangan ini sebagai buah dari evaluasi mendalam setelah kegagalan di babak semifinal fase regional Jakarta.
“Titik baliknya ada di semifinal. Anak-anak menunjukkan kesiapan mental luar biasa. Mereka semakin matang dengan sistem waktu bersih yang dipakai sejak regional,” ujarnya.
“Dari situ saya bilang ke anak-anak, kalau fokus di sistem ini, Insya Allah kita bisa juara.”
UIN Bandung Raih Gelar Juara Putra dengan Kemenangan Telak 3-0
Di final putra, UIN Sunan Gunung Djati Bandung tampil dominan dan menundukkan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan skor meyakinkan 3-0.
Muhammad Revaldo Arkeisya menjadi bintang pertandingan dengan torehan dua gol pada menit ke-7 dan ke-12, sementara satu gol tambahan dicetak Muhammad Ihsan Ikhwansyah di menit ke-21.
Pelatih UIN Bandung, Deden Zaini Muhibban, menegaskan bahwa kemenangan telak ini merupakan hasil kombinasi antara taktik matang dan kekuatan mental pemain.
“Final itu bukan lagi soal taktik, tapi mentalitas. Di titik tertinggi seperti ini, hanya mental juara yang bisa membedakan hasil akhir,” tutur Deden.
Ia menambahkan bahwa timnya tidak boleh cepat puas setelah meraih gelar nasional.
“Ini baru langkah awal. Persaingan di depan pasti lebih berat. Kami harus tetap lapar dan terus memperbaiki diri. Saya pribadi akan all out mempertahankan pencapaian ini.”
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
