Transformasi Karakter Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Melalui Penguatan Pembelajaran Muatan Lokal Dan Integrasi Nilai Kebudayaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 27

Sumber: Lapas Narkotika Karang Intan (Dok. Istimewa)
KARANG INTAN, PAStime News — Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Karang Intan kembali memperkokoh komitmen pembinaan Warga Binaan. Oleh karena itu, program Pendidikan Kesetaraan Paket B dan C resmi menyajikan materi pembelajaran Muatan Lokal.
Secara keseluruhan, kegiatan ini melibatkan sebanyak 18 peserta didik Paket B serta 16 peserta didik Paket C. Lebih lanjut, agenda edukasi tersebut berfokus pada penanaman nilai kebudayaan, prinsip kebersamaan, dan penguatan norma sosial.
Selanjutnya, Rahmat Fahroni selaku Petugas Lapas sekaligus tutor mengendalikan jalannya proses pembelajaran. Selain itu, program ini terlaksana berkat kolaborasi erat bersama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Annisa Karang Intan.
Materi pembelajaran disajikan dengan mengaitkan prinsip kebudayaan terhadap realitas kehidupan harian. Oleh sebab itu, topik utama mencakup kebiasaan gotong royong, kesantunan, tanggung jawab, serta kepedulian lingkungan.
Akibatnya, seluruh peserta didik berhasil memahami kebudayaan tidak sekadar sebagai tradisi formal semata. Sebaliknya, kebudayaan tecermin secara langsung melalui pembentukan perilaku positif sehari-hari.
Kemudian, tutor memaparkan berbagai implementasi konkret pada lingkup keluarga maupun lingkungan sosial. Oleh karena itu, diskusi berlangsung sangat interaktif melalui pertukaran gagasan serta pengalaman pribadi.
Bahkan, suasana ruang belajar menjadi hidup karena terjalinnya komunikasi dua arah secara berkelanjutan. Hasilnya, para peserta aktif merespons materi dan menghubungkannya dengan norma perilaku pembinaan.
Mengenai pentingnya substansi materi, Rahmat Fahroni menegaskan:
“Melalui pembelajaran Muatan Lokal, kami mengajak Warga Binaan memahami bahwa budaya juga tercermin dari sikap dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Gotong royong, saling menghargai, tanggung jawab, dan kepedulian merupakan nilai yang dapat terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.”
Di sisi lain, respons positif turut mengalir dari salah satu peserta pembinaan berinisial DS. Mengenai manfaat pembelajaran tersebut, DS menyampaikan:
“Pembelajaran hari ini membuat saya lebih memahami bahwa kebersamaan dan saling menghargai sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Saya mendapatkan pelajaran yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri.”
Oleh karena itu, program edukasi kesetaraan ini terbukti efektif mengasah keterampilan berorganisasi dan berpendapat. Sementara itu, keterkaitan materi dengan realitas kehidupan makin memudahkan penyerapan nilai positif.
Akhirnya, Lapas Narkotika Karang Intan berkomitmen terus menghadirkan program pembinaan berkelanjutan. Dengan demikian, bekal pemahaman norma sosial ini siap mengantarkan warga binaan kembali ke masyarakat.
- Penulis: Husni
