Akselerasi Global Industri Otomotif Lokal: Kemenekraf Jadikan FIA Rallycross World Cup 2026 Momentum Strategis Pendorong Ekonomi Kreatif Indonesia
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 31

Sumber: Ekraf (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News — Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) secara resmi memberikan dukungan penuh terhadap gelaran FIA Rallycross World Cup 2026.
Selanjutnya, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa kejuaraan internasional ini menjadi sarana promosi karya lokal.
Oleh karena itu, sektor modifikasi otomotif yang tercantum dalam Rindekraf 2026–2045 siap unjuk gigi di ranah global.
Bahkan, ajang sportainment kelas dunia ini diyakini mampu mendongkrak daya saing ekonomi serta menggerakkan perekonomian nasional secara nyata.
Di samping itu, kepastian kolaborasi tersebut mengemuka saat audiensi bersama manajemen Sarga.co di Jakarta pada Senin (24/8/2026).
Berdasarkan keterangan Teuku Riefky, kompetisi ini tidak sekadar olahraga, melainkan sarana penguatan ekosistem industri kreatif nasional secara luas.
“Ajang ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan bagian dari penguatan ekosistem industri kreatif yang memberikan dampak ekonomi yang luas, terlebih Kementerian Ekraf memiliki mitra asosiasi dari 21 subsektor ekonomi kreatif yang sangat potensial untuk dikolaborasikan,” ujar Teuku Riefky Harsya.
Sehubungan dengan hal tersebut, audiensi mendiskusikan konsep pelaksanaan serta manfaat komersial dari ajang balap berskala global ini.
Sementara itu, penyelenggara memohon fasilitasi promosi dan pengoptimalan sumber daya Kemenekraf demi menyukseskan acara megah tersebut.
Lebih lanjut, Menteri Ekraf menjelaskan bahwa perhelatan ini mengintegrasikan berbagai subsektor, seperti penyiaran, fesyen, kuliner, hingga kriya.
Akibatnya, ajang internasional ini menciptakan peluang bisnis yang sangat konkrit bagi para pelaku usaha kreatif di Indonesia.
“Sinergi antar-subsektor kreatif dalam event internasional ini akan menjadi etalase utama yang memamerkan inovasi serta karya anak bangsa ke pasar global, apalagi jika nanti bisa berkolaborasi dengan intellectual property (IP) lokal supaya nantinya yang tertarik tidak hanya pecinta otomotif saja, tetapi lebih banyak lagi. Kami di Kementerian Ekraf berkomitmen untuk mengawal, dan memfasilitasi integrasi para pelaku industri kreatif lokal agar dapat mengambil peran aktif dalam ajang ini,” tegas Menteri Ekraf.
Kemudian, ajang bersejarah ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta International E-Prix Circuit, Ancol, pada 5–6 Desember 2026.

Sumber: Ekraf (Dok. Istimewa)
Sebab, kompetisi balap ini merupakan edisi perdana FIA Rallycross World Cup yang pernah diselenggarakan di Asia Tenggara.
Oleh sebab itu, sirkuit akan dimodifikasi gabungan aspal dan gravel dengan menghadirkan sekitar 46 pembalap profesional dunia.
Di samping arena balap, penyelenggara juga menggelar Sarga Festival yang menampilkan konser musik langsung serta pameran otomotif.
Hasilnya, acara ini menargetkan kunjungan 25.000 penonton langsung dan menjangkau ratusan juta pemirsa digital dari kalangan Generasi Z.
Sebelumnya, kemitraan strategis ini merupakan kelanjutan dari audiensi terdahulu pada Kamis (18/12/2025) terkait ajang IRS Award 2026.
Maka dari itu, ekspansi Sarga.co ke sektor olahraga otomotif membuktikan komitmennya dalam membangun ekosistem hiburan terintegrasi.
“Kepercayaan yang diberikan FIA kepada kami untuk menyelenggarakan ajang kelas dunia ini merupakan kehormatan besar sekaligus tanggung jawab bagi Sarga.co untuk menghadirkan standar penyelenggaraan terbaik, dan kita bukan hanya bikin sekedar event tapi tujuan kami ingin membangun ekosistem di dalamnya. Kami mengapresiasi dukungan dari Kementerian Ekraf yang akan memperkuat keterlibatan ekosistem kreatif nasional dalam menyukseskan sejarah baru motorsport di Asia Tenggara ini,” ungkap President Director Sarga.co, Nugdha Achadie.
Akhirnya, pertemuan penting tersebut dihadiri jajaran pimpinan Sarga.co serta jajaran pejabat tinggi dari Kementerian Ekonomi Kreatif Indonesia.
Sumber: Ekraf/ekraf.go.id
- Penulis: Husni
