Grand Prix Inggris 2026 Siap Digelar di Silverstone dengan Format Sprint dan Tantangan Sirkuit Berkecepatan Tinggi
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 43

Sumber: F1 (Dok. Istimewa)
SILVERSTONE, PAStime News – Formula 1 musim 2026 berlanjut akhir pekan ini melalui Grand Prix Inggris sebagai putaran kesembilan kalender balap.
Selain itu, akhir pekan di Silverstone kembali menggunakan format Sprint yang menghadirkan rangkaian sesi kompetitif sejak hari pertama.
Sesi Latihan Bebas 1 dan Kualifikasi Sprint berlangsung Jumat, 3 Juli.
Selanjutnya, Sprint dan Kualifikasi di gelar Sabtu, 4 Juli.
Kemudian, balapan utama Grand Prix di jadwalkan berlangsung Minggu, 5 Juli.
Grand Prix Inggris pertama berlangsung pada 1950 di Sirkuit Silverstone sepanjang 5,891 kilometer.
Sementara itu, rekor lap masih dipegang Max Verstappen bersama Red Bull dengan catatan 1 menit 27,097 detik sejak 2020.
Selain rekor lap, Lewis Hamilton memegang tujuh pole position serta sembilan kemenangan di Silverstone.
Menariknya, Silverstone menjadi tuan rumah balapan perdana Kejuaraan Dunia Formula 1 pada 13 Mei 1950.
Adapun jarak dari posisi pole menuju titik pengereman Tikungan 1 mencapai 239 meter.
Selain itu, musim 2025 mencatat 58 aksi menyalip sukses di lintasan tersebut.
Sementara itu, peluang munculnya Safety Car mencapai 78 persen, sedangkan Virtual Safety Car berada di angka 22 persen.
Di sisi lain, waktu pit stop di perkirakan menghabiskan sekitar 20 detik, termasuk pemberhentian selama 2,5 detik.
Mantan pembalap Renault F1, Jolyon Palmer, menilai Silverstone sebagai salah satu lintasan terbaik bagi pembalap.
“Silverstone adalah sirkuit favorit dengan rangkaian tikungan cepat dan mengalir serta beberapa tikungan terbaik di dunia,” ujar Palmer.
Ia menambahkan,
“Copse, Maggots, dan Becketts menghadirkan gaya gravitasi yang sangat besar bagi pembalap.”
Menurutnya, Copse tetap menjadi tantangan besar karena kecepatan tinggi meningkatkan risiko apabila pembalap melakukan kesalahan.
Selanjutnya, Palmer menjelaskan ritme melalui Maggots dan Becketts menentukan kecepatan menuju Hangar Straight.
“Bagian itu memberikan tekanan besar pada ban depan kiri dan kami pernah melihat sejumlah masalah di sana,” katanya.
Selain itu, Abbey tetap menantang ketika pembalap berada di belakang rival saat balapan.
Ia juga menyebut Tikungan 3 dan Tikungan 6 sebagai lokasi yang ideal untuk melakukan manuver menyalip.
Sementara itu, Palmer menilai Brooklands menjadi tikungan paling sulit karena pengereman berat berisiko memicu kesalahan kecil.
“Tempat itu sangat baik untuk menyalip, tetapi juga mudah memunculkan kesalahan,” tutup Palmer.
Sumber: F1/formula1.com
- Penulis: Husni
