Gubernur Jakarta, Pramono Targetkan Pengerukan Kanal Banjir Barat Rampung Setahun
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 92

Sumber: Pemprov DKI Jakarta (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News — Pramono Anung melihat proses penggalian Kanal Banjir Barat di Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada hari Jumat.
Kemudian, peninjauan ini meliputi bagian Pintu Air Manggarai hingga Jalan Kyai Tapa sebagai tempat penting untuk mengendalikan banjir.
Ia juga menyatakan bahwa penggalian di targetkan selesai dalam waktu satu tahun agar risiko banjir bisa berkurang dengan signifikan.
“Selain itu, tempat ini sangat penting karena menjadi pertemuan antara Sungai Ciliwung dan Kali Krukut,” ujarnya.
Ia menambah bahwa lokasi tersebut sudah lama tidak di gali secara menyeluruh.
“Oleh karena itu, kami akan fokus selama satu tahun untuk mengerjakan Kanal Banjir Barat yang merupakan hilir kedua sungai itu,” ujarnya lagi.
Kanal ini memiliki lebar antara 30 hingga 100 meter dan rencananya akan menggali hingga volume 179. 269 meter kubik.
Sementara itu, pekerjaan di bagi menjadi tiga bagian utama dengan total panjang lebih dari 8 kilometer.
Selanjutnya, bagian ketiga sepanjang 3. 850 meter menjadi yang paling di perhatikan dengan target volume sekitar 165. 381 meter kubik.
Hingga saat ini, pencapaian penggalian sudah mencapai 1. 609 meter kubik dengan dukungan enam alat berat.
Selain itu, pekerjaan ini juga menggunakan 30 truk angkut dengan kapasitas 5 hingga 8 meter kubik.
Namun, gubernur menekankan bahwa proyek ini harus berjalan tepat waktu dan tidak boleh tertunda.
“Karena itu, proyek ini tidak boleh gagal dan harus menjadi yang utama,” katanya tegas.
Di sisi lain, penggalian bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tampung dan memperlancar aliran air dengan baik.
Selain itu, upaya ini juga untuk mengatasi pendangkalan yang di sebabkan oleh lumpur dan penumpukan sampah.
Dengan demikian, di harapkan risiko banjir di Setiabudi, Tanah Abang, hingga Grogol Petamburan akan berkurang.
“Selanjutnya, dengan normalisasi yang konsisten, potensi genangan bisa di tekan secara signifikan,” jelasnya.
Kemudian, waktu penurunan hujan di manfaatkan untuk mempercepat penggalian hingga bulan September mendatang.
Lebih jauh, hasil penggalian akan di satukan dengan program normalisasi Sungai Ciliwung dan Kali Krukut.
Akhirnya, percepatan aliran air ke laut diharapkan bisa mengurangi risiko banjir secara keseluruhan.
“Namun, tantangan tetap ada ketika banjir rob terjadi, meskipun ini adalah bagian dari usaha besar untuk mengendalikan banjir,” tuturnya.
Sumber: Pemprov DKI Jakarta/www.jakarta.go.id
- Penulis: Husni
