Breaking News
light_mode
Popular Tags
Beranda » Pendidikan » Isi Tas Siaga Bencana yang Perlu Disiapkan untuk Kondisi Darurat

Isi Tas Siaga Bencana yang Perlu Disiapkan untuk Kondisi Darurat

  • account_circle Husni
  • calendar_month
  • visibility 19

 Jakarta, PAStime News – Bencana bisa datang tiba-tiba, terutama karena Indonesia berada di wilayah rawan, termasuk Ring of Fire. Oleh karena itu, tas siaga bencana menjadi perlengkapan wajib bagi masyarakat.

Menurut BNPB, mitigasi bencana melibatkan upaya mengurangi risiko melalui pembangunan fisik serta peningkatan kemampuan masyarakat menghadapi ancaman bencana. Selain itu, bencana dapat menyebabkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, dan kerugian harta benda. BNPB membagi bencana menjadi tiga kategori: alam, nonalam, dan sosial.

Karena itu, masyarakat di daerah rawan gempa, banjir, letusan gunung, atau bencana sosial wajib memiliki tas siaga bencana. Pertanyaan penting muncul: apa saja isi tas siaga dan mengapa tas ini sangat penting?

Apa Itu Tas Siaga Bencana dan Fungsinya?


Tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar yang harus siap dibawa kapan saja ketika bencana terjadi. BNPB dan IFRC menyatakan, tas ini memastikan keselamatan, kesehatan, identitas, komunikasi, dan makanan darurat. Selain itu, tas ini memudahkan evakuasi, terutama selama 1–3 hari awal setelah bencana ketika bantuan sulit dijangkau.

Bencana banjir di Sumatera menunjukkan pentingnya tas siaga, karena banjir bisa datang tiba-tiba pada malam hari atau saat hujan ekstrem. Dengan tas ini, korban tetap bisa bertahan sambil menunggu bantuan tiba.

Daftar Barang Penting dalam Tas Siaga Bencana


Berikut beberapa benda penting dalam tas siaga yang harus dibawa untuk bertahan minimal 3 hari:

  1. Air Minum Minimal 1–2 Liter
    Air adalah prioritas utama karena tubuh tidak bisa bertahan lama tanpa cairan. Bawa juga tablet penjernih air atau botol lipat untuk cadangan.

  2. Makanan Siap Saji
    Pilih makanan tahan lama seperti mie instan, kaleng siap makan, biskuit tinggi kalori, dan energy bar. Energi dibutuhkan saat berjalan atau menunggu evakuasi.

  3. Pakaian Cadangan dan Jaket
    Bawa setidaknya satu pasang pakaian kering dalam plastik kedap air dan jaket ringan agar tetap hangat.

  4. Senter dan Baterai Cadangan
    Senter diperlukan untuk melihat di area gelap. Bawa baterai cadangan atau senter rechargeable agar tidak bergantung pada ponsel.

  5. Obat-obatan Pribadi dan P3K
    Bawa antiseptik, plester, perban, obat pribadi, serta obat untuk kondisi kronis. Ini menjaga kesehatan selama akses medis terbatas.

  6. Masker, Sarung Tangan, dan Hand Sanitizer
    Alat ini melindungi pernapasan, tangan, dan mencegah penyakit menular pascabencana. Sarung tangan juga berguna saat evakuasi.

  7. Peluit (Whistle)
    Peluit membantu memberi sinyal keberadaan korban agar mudah di temukan tim SAR atau warga sekitar.

  8. Power Bank dan Kabel
    Pastikan ponsel tetap aktif untuk komunikasi dan informasi. Bawa power bank 10.000–20.000 mAh dan kabel cadangan.

  9. Dokumen Penting
    Simpan KTP, KK, akta lahir, kartu ATM, BPJS, dan sertifikat rumah dalam plastik kedap air. Dokumen ini berguna untuk bantuan dan klaim.

  10. Uang Tunai Secukupnya
    Bawa pecahan kecil untuk membeli makanan, air, transportasi, atau kebutuhan mendesak jika ATM tidak berfungsi.

  11. Selimut atau Emergency Blanket
    Selimut aluminium menjaga panas tubuh. Selimut biasa juga penting untuk bayi atau lansia.

  12. Radio Portabel
    Radio membantu memantau informasi resmi ketika sinyal seluler padam. Pilih tipe baterai atau hand-crank agar selalu bisa di gunakan.

Dengan memahami isi dan fungsi tas siaga, masyarakat bisa lebih siap menghadapi bencana. Persiapan ini membantu kelangsungan hidup, mengurangi risiko cedera, dan menjaga keselamatan keluarga.

  • Penulis: Husni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sebanyak 80 Warga Binaan Lapas Tahuna mengikuti pelatihan kemandirian hortikultura bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kepulauan Sangihe, Selasa (26/8). (Web. Ditjenpas)

    Pelatihan Hortikultura untuk 80 Warga Binaan Lapas Tahuna

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle mamang
    • visibility 43
    • 0Komentar

    PAStime News, Tahuna – Sebanyak 80 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tahuna dapat bekal pelatihan kemandirian hortikultura budidaya tanaman sayur, Selasa (26/8). Bertempat di aula Lapas, kali ini, Lapas Tahuna bekerja sama dengan Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk memberikan pelatihan kemandirian pertanian kepada Warga Binaan. Kepala Lapas Tahuna, Iskandar Djamil, menyambut […]

  • Kalapas Narkotika Karang Intan Dorong CASN Junjung Tinggi Integritas dan Profesionalisme (Dok. Istimewa)

    Kalapas Narkotika Karang Intan Tekankan Integritas dan Profesionalisme CASN Pemasyarakatan

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Husni
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KARANG INTAN, PAStime News — Kalapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, bersama Kepala Subbagian Tata Usaha, Kuderi, memberikan evaluasi serta penguatan nilai integritas, disiplin, dan profesionalisme bagi CASN pada Senin (8/12). Keduanya menegaskan pentingnya karakter kuat dalam melaksanakan tugas sebagai insan Pemasyarakatan. Penguatan Moral dan Pengingat Tanggung Jawab Bagi CASN Setelah Lima […]

  • LPKA Kelas I Medan bersama Kemenag Kota Medan selenggarakan pelatihan pendalaman Alkitab bagi Anak Binaan beragama Kristen, Sabtu (9/8). (Web.Ditjenpas)

    Anak Binaan LPKA Medan Ikuti Pelatihan Alkitab dari Kemenag

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle mamang
    • visibility 41
    • 0Komentar

    PAStime News, Medan – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Medan selenggarakan pelatihan pendalaman Alkitab bagi Anak Binaan beragama Kristen, Sabtu (9/8). Bertempat di Gereja Oukumene LPKA Medan, kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman iman dan membentuk karakter positif Anak Binaan melalui pembelajaran rohani yang terarah. Kegiatan resmi di buka oleh Kasi Pembinaan Ahmad Kholil […]

  • Perpustakaan Lapas Piru Jadi Ruang Transformasi: Warga Binaan Semakin Rajin Membaca

    Perpustakaan Lapas Piru Jadi Ruang Transformasi: Warga Binaan Semakin Rajin Membaca

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • account_circle Ghiffary Alfiansyach
    • visibility 16
    • 0Komentar

    PAStime News, PIRU – Suasana hening dan penuh konsentrasi tampak di perpustakaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru pada Rabu (3/12). Sejumlah Warga Binaan terlihat serius membaca berbagai koleksi buku yang tersusun rapi di rak perpustakaan, mulai dari buku motivasi, sejarah, pengembangan diri, hingga literatur keagamaan. Aktivitas ini menjadi wujud nyata upaya Lapas Piru dalam menumbuhkan […]

  • Lapas Perempuan Palembang Tebar Kepedulian Lewat “Jumat Berkah”, Dukung 13 Program Akselerasi Kemenkumham

    Lapas Perempuan Palembang Tebar Kepedulian Lewat “Jumat Berkah”, Dukung 13 Program Akselerasi Kemenkumham

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle mamang
    • visibility 28
    • 0Komentar

    PAStime News, Palembang – Dalam semangat kepedulian sosial dan dukungan terhadap 13 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bawah kepemimpinan Menteri Agus Andrianto, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang kembali menggelar kegiatan “Jumat Berkah” dengan membagikan 50 paket bakso Thinwal kepada masyarakat kurang mampu di sekitar lingkungan Lapas, Jumat (07/11). Kegiatan sosial ini […]

  • Rutan Bengkulu Panen Pakcoy, Wujud Kemandirian Warga Binaan

    Rutan Bengkulu Panen Pakcoy, Wujud Kemandirian Warga Binaan

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle mamang
    • visibility 38
    • 0Komentar

    PAStime News, Bengkulu — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali memanen sayuran pakcoy pada Sabtu (6/9). Warga binaan pemasyarakatan (WBP) mengelola langsung lahan pertanian mandiri yang menghasilkan panen tersebut. Pihak rutan kemudian menyalurkan hasil panen ke dapur sebagai suplai pangan harian bagi para penghuni. Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, menjelaskan bahwa program pertanian […]

expand_less