Jalan Ambles dan Retak, Putuskan Akses Kiaradua–Bagbagan Sukabumi
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 27

Jalan Ambles dan Retak, Putuskan Akses Kiaradua–Bagbagan Sukabumi dok:Istimewa
SUKABUMI,PAStime News – Intensitas hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah selatan Kabupaten Sukabumi sejak pertengahan pekan ini memicu bencana pergerakan tanah berskala besar. Akibatnya, ruas jalan provinsi Kiaradua–Bagbagan di Kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, amblas dan terputus total pada Kamis (18/12/2025).
Terputusnya jalur tersebut berdampak serius terhadap mobilitas masyarakat. Jalan ini merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan wilayah dataran tinggi Pajampangan dengan pusat pemerintahan Kabupaten Sukabumi di Palabuhanratu. Kini, akses utama tersebut lumpuh total dan tidak dapat di lalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Struktur Tanah Tidak Stabil
Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan berat pada badan jalan. Aspal terbelah oleh retakan memanjang yang lebar dan dalam, menandakan pergeseran tanah di bawahnya masih aktif dan berpotensi meluas. Struktur tanah kehilangan stabilitas akibat curah hujan ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kapolsek Simpenan, AKP Bayu Sunarti Agustina, menjelaskan bahwa personel kepolisian telah bersiaga sejak laporan awal diterima pada Rabu (17/12/2025) sore.
“Awalnya pada Rabu sore, kedalaman amblas masih sekitar 10 sentimeter. Anggota kami, Aipda Endang dan Aipda Ari, langsung melakukan pengamanan. Namun karena hujan terus mengguyur hingga Kamis, kerusakan berkembang cepat dan badan jalan akhirnya terputus sepenuhnya,” jelas Bayu.
Truk Terjebak di Lokasi
Situasi di lokasi sempat berlangsung dramatis ketika sebuah truk boks berwarna kuning terjebak tepat di tengah patahan aspal. Kendaraan berat tersebut dalam posisi miring dan melintang, menutup hampir seluruh badan jalan dari dua arah.
Sulaeman (45), warga setempat, menuturkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat.
“Truknya sudah melambat, tapi tiba-tiba aspal di bawah bannya patah dan ambles. Suaranya keras sekali. Alhamdulillah sopirnya sigap dan langsung keluar menyelamatkan diri,” ujarnya.
Warga Diminta Waspada dan Gunakan Jalur Alternatif
Kekhawatiran warga semakin meningkat karena pergerakan tanah masih di rasakan berlangsung, terutama saat hujan kembali turun. Herman (38), warga sekitar, menyebut retakan di aspal terus melebar.
“Struktur tanahnya sudah tidak stabil. Di bawah aspal rasanya sudah berongga. Sangat berbahaya kalau ada yang nekat mendekat,” katanya.
Melihat tingkat kerusakan yang masif, pihak kepolisian bersama instansi terkait memutuskan untuk menutup total akses jalur Simpenan. Material longsoran berupa tanah merah dan bebatuan dari tebing di sisi jalan turut memperparah kondisi karena membuat permukaan jalan yang tersisa menjadi licin.
Kapolsek Bayu mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan.
“Kami meminta pengguna jalan dari arah Surade, Jampang, dan Jampangkulon untuk menggunakan jalur alternatif melalui Lengkong. Keselamatan adalah prioritas utama sampai proses evakuasi dan penanganan darurat selesai,” tegasnya.
Dampak pada Mobilitas Warga
Penutupan jalur ini berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Iwan (50), seorang pengendara yang kerap melintasi jalur tersebut, mengaku harus menempuh perjalanan jauh memutar.
“Ini jalur tercepat ke Palabuhanratu. Kalau lewat Lengkong, waktu tempuh bisa bertambah lebih dari dua jam. Tapi dengan kondisi jalan seperti ini, memang tidak mungkin dipaksakan,” keluhnya.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pemantauan dan koordinasi lintas instansi untuk penanganan darurat serta langkah perbaikan lanjutan. Masyarakat diimbau tetap waspada dan menghindari lokasi kejadian demi keselamatan bersama.
- Penulis: Husni
