Jasa Marga Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Mudik di GT Cikampek Utama
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 163

Jasa Marga Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Mudik di GT Cikampek Utama (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News – PT Jasamarga Transjawa Tol menyiapkan langkah strategis menghadapi potensi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Selanjutnya, pengelola jalan tol memprioritaskan penguraian kepadatan kendaraan di Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat.
Selain itu, gerbang tol tersebut dikenal sebagai simpul utama lalu lintas dari Jakarta menuju jalur Trans Jawa.
Oleh karena itu, setiap musim mudik kawasan ini menjadi titik krusial yang membutuhkan pengelolaan operasional lebih intensif.
Sementara itu, mobilitas masyarakat selama periode Idul Fitri di perkirakan kembali meningkat signifikan dibandingkan hari normal.
Dengan demikian, berbagai skema pelayanan transaksi serta rekayasa operasional telah disiapkan sejak awal.
Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan pihaknya telah melakukan simulasi lalu lintas.
Ia menyampaikan,
“Gerbang Tol Cikampek Utama menjadi barier utama kendaraan dari Jakarta menuju wilayah Timur Trans Jawa. “Dalam kondisi normal tersedia 15 gardu melayani arah timur dan 15 gardu melayani kendaraan menuju Jakarta.””
Antisipasi Lonjakan Kendaraan Saat Puncak Mudik
Selanjutnya, skema operasional gerbang tol akan di sesuaikan secara dinamis mengikuti kondisi lalu lintas di lapangan.
Ketika volume kendaraan meningkat drastis, jumlah gardu transaksi akan di tambah untuk mempercepat pelayanan kendaraan.
Ria menyampaikan,
“Saat puncak arus mudik, kami membuka lebih banyak gardu menuju wilayah Timur Trans Jawa.”
Ia menambahkan,
“Penambahan gardu dilakukan agar antrean kendaraan tidak menumpuk di area gerbang tol.”
Selain itu, pengaturan jumlah gardu juga akan di sesuaikan dengan arah dominasi kendaraan selama periode mudik.
Ketika arus mudik mendominasi, gardu menuju timur di perbanyak, sementara saat arus balik gardu menuju Jakarta di optimalkan.
Dengan demikian, stabilitas arus kendaraan di jalur Trans Jawa di harapkan tetap terjaga.
- Penulis: Husni
