John Herdman Tak Takut Tekanan, Sebut Latih Timnas Indonesia sebagai “Anugerah”
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 151

Jumpa pers perkenalan resmi John Herdman sebagai pelatih kepala baru timnas Indonesia di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (13/1/2025). Dok.Istimewa
PAStime News, JAKARTA – Pelatih baru Tim Nasional Indonesia, John Herdman, menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi tekanan besar yang menyertai tugas menukangi skuad Garuda. Hal tersebut disampaikan Herdman dalam jumpa pers perdananya yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa.
Menurut pelatih asal Inggris tersebut, tekanan bukanlah beban, melainkan sebuah keistimewaan dan tanggung jawab besar yang justru memberi makna lebih dalam memimpin sebuah tim nasional.
“Tekanan itu sebuah keistimewaan. Anda datang ke sebuah organisasi, Anda memimpin sebuah tim, dan Anda memikul harapan sebuah negara,” ujar Herdman.
Herdman menilai tekanan dapat dipandang dari dua sisi. Alih-alih menjadi hambatan, ia melihat tekanan justru bisa menjadi anugerah jika dikelola dengan tepat, terutama dengan memanfaatkan dukungan luar biasa dari para pendukung timnas Indonesia.
“Tekanan bisa menjadi kutukan atau anugerah. Tugas kami adalah mengubahnya menjadi anugerah. Energi dari para pendukung bisa menjadi kekuatan besar bagi para pemain,” katanya.
Pelatih berusia 49 tahun itu mengaku memiliki pengalaman menghadapi situasi serupa saat membawa tim nasional lain mencetak sejarah. Ia pun bertekad menularkan pola pikir tersebut kepada para pemain Indonesia.
“Saya menikmati momen ketika sebuah negara terhenti dan akhirnya lolos untuk pertama kalinya. Saya akan mengatakan kepada para pemain bahwa tekanan adalah anugerah. Kita akan mendengar para fans dan menggunakan energi mereka,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia 2026 setelah menelan dua kekalahan dari Arab Saudi dan Irak pada putaran keempat kualifikasi, Oktober tahun lalu. Hasil tersebut mengakhiri masa jabatan pelatih sebelumnya, Patrick Kluivert, yang hanya bertahan selama 10 bulan.
Dengan ditunjuknya John Herdman, harapan baru kembali mengemuka. Kesempatan Indonesia untuk mengejar tiket Piala Dunia berikutnya terbuka pada edisi empat tahun mendatang yang akan digelar di Maroko, Portugal, Spanyol, Uruguay, Argentina, dan Paraguay.
Kehadiran Herdman diharapkan mampu membawa pendekatan baru, mental juara, serta optimisme bagi Timnas Indonesia dalam menatap masa depan sepak bola nasional.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
