Kanwil Ditjenpas Kalsel Targetkan ZI 2026
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 113

Kanwil Ditjenpas Kalsel Targetkan ZI 2026 (Dok. Istimewa)
BANJARMASIN, PAStime News – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan menyatakan siap menjadi pelopor dalam pengembangan Zona Integritas pada tahun 2026.
Oleh karena itu, pelayanan publik di harapkan semakin terorganisir, jernih, dan memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
Komitmen tersebut di ungkapkan oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Azhar, setelah mengikuti sesi penguatan Reformasi Birokrasi secara virtual.
Kegiatan tersebut di jelaskan oleh Staf Ahli Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bidang Penguatan RB, Ida Asep Somara, pada Senin (2/3).
Kanwil siap memimpin dan membimbing semua unit kerja agar pembangunan ZI dan RB berjalan lebih terarah,” kata Azhar.
Bukan hanya dokumen yang lengkap, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan,” lanjutnya.
Artinya, Lapas, Rutan, dan seluruh unit kerja akan di awasi dengan lebih ketat.
Selain itu, evaluasi di lakukan agar standar pelayanan menjadi lebih jelas dan lebih efisien.
Sebagai akibatnya, masyarakat mendapatkan layanan yang cepat, pasti, dan dapat diukur.
Sementara itu, Ida Asep Somara menegaskan bahwa pembangunan ZI saat ini mengacu pada Permenpan RB Nomor 5 Tahun 2024.
Oleh karena itu, data pendukung untuk bulan Januari hingga Maret 2026 harus dipenuhi sesuai dengan target yang ditentukan.
Setiap unit kerja harus memiliki standar pelayanan agar semua layanan menjadi terstandar,” tegas Ida.
Kita perlu terus meningkatkan nilai RB dan SAKIP, mempertahankan predikat WTP, mendorong transformasi digital, serta memastikan penggunaan anggaran secara efisien,” tambahnya.
Selanjutnya, sistem manajemen risiko di perbarui menggunakan aplikasi SIMRIS.
Dengan aplikasi itu, membuat dokumen jadi lebih mudah dan terpadu.
Penghargaan untuk satuan kerja yang memiliki predikat WBK dan WBBM tetap diberikan.
Namun, hadiah tersebut tidak lagi di berikan dalam bentuk insentif tertentu.
Dengan langkah tersebut, Kanwil memastikan bahwa RB tidak berhenti hanya pada urusan administrasi.
Sebaliknya, reformasi di harapkan mampu memberikan layanan publik yang jujur, efisien, dan dapat di pertanggungjawabkan.
- Penulis: Husni
