Kebakaran Kandang Ayam di Ciseeng Hanguskan 150.000 Ekor, Kerugian Capai Rp 15 Miliar
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 78

Kebakaran Kandang Ayam di Ciseeng Hanguskan 150.000 Ekor, Kerugian Capai Rp 15 Miliar dok:(Istimewa)
BOGOR, PAStime News – Insiden kebakaran besar yang melanda kandang ayam tiga lantai di Kecamatan Ciseeng, Bogor, di duga dipicu alat pemanas dan menyebabkan kerugian material hingga miliaran rupiah tanpa menimbulkan korban jiwa.
Kebakaran melanda kandang ayam milik perusahaan di Kecamatan Ciseeng.
Namun demikian, api dengan cepat menghanguskan bangunan dan ribuan ternak.
Selain itu, sekitar 150.000 ekor ayam broiler ikut terbakar dalam kejadian tersebut.
Selanjutnya, Kapolsek Parung Kompol Maman Firmansyah menyampaikan kerugian material cukup besar.
Dengan demikian, kerugian diperkirakan mencapai Rp 15 miliar.
“Kerugian mencakup kandang tiga lantai dan sekitar 150.000 ekor ayam broiler,” ujar Maman.
Sementara itu, kejadian berlangsung sekitar pukul 10.29 WIB.
Kemudian, petugas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan warga.
Selain itu, aparat segera melakukan pengecekan dan koordinasi dengan pihak terkait.
“Anggota langsung mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan serta koordinasi,” jelasnya.
Di sisi lain, hasil pemeriksaan awal menunjukkan dugaan penyebab kebakaran.
Oleh karena itu, petugas menduga alat pemanas di dalam kandang memicu api.
“Api berasal dari alat pemanas di dalam kandang ayam,” ungkapnya.
Namun demikian, api cepat membesar dan sulit di kendalikan oleh pekerja.
Selain itu, upaya pemadaman awal menggunakan APAR tidak berhasil.
“Api cepat membesar sehingga tidak dapat di kendalikan meski sudah dilakukan pemadaman awal,” katanya.
Selanjutnya, petugas pemadam kebakaran segera tiba di lokasi kejadian.
Kemudian, petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 11.10 WIB.
Dengan demikian, proses di lanjutkan dengan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.
Sementara itu, petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka.
Namun demikian, kerugian material menjadi dampak utama dalam kejadian ini.
“Kami mengimbau pelaku usaha memperhatikan standar keamanan penggunaan alat pemanas dan listrik,” pungkasnya.
Akhirnya, pihak berwenang berharap kejadian ini meningkatkan kesadaran keselamatan.
Dengan demikian, risiko kebakaran serupa dapat di cegah di masa mendatang.
- Penulis: Husni
