Kemendikdasmen Raih Pengakuan Global
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 56

Sumber: Kemendikdasmen (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News – Dua inovasi digital yang menonjol dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mendapatkan pengakuan di tingkat internasional yang prestisius.
Rumah Pendidikan dan Anugerah Bug Bounty telah terpilih sebagai Proyek Juara dalam perhelatan World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026.
Penghargaan ini di organisasikan oleh International Telecommunication Union (ITU), yang merupakan lembaga telekomunikasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Di samping itu, pencapaian ini menunjukkan pengakuan global terhadap inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia.
Dengan demikian, posisi Indonesia semakin di perhitungkan dalam pengembangan Infrastruktur Digital Publik yang aman dan inklusif.
Rumah Pendidikan berfungsi sebagai superaplikasi pendidikan nasional yang menggabungkan berbagai layanan dalam satu ekosistem digital.
Sementara itu, Anugerah Bug Bounty adalah kompetisi ethical hacking yang berbasis pada laporan mengenai kerentanan keamanan siber.
Melalui inisiatif ini, masyarakat didorong untuk berpartisipasi dalam meningkatkan keamanan ekosistem digital pendidikan nasional.
Kedua inovasi ini merupakan bagian dari Program Digitalisasi Pembelajaran yang bertujuan sebagai Program Hasil Terbaik Cepat dari Presiden.
Selain itu, program ini di rancang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih dinamis, interaktif, dan merata.
Inisiatif ini juga sebagai respon terhadap tantangan pendidikan, termasuk rendahnya tingkat literasi dan hilangnya pembelajaran pascapandemi.
Komitmen tersebut di perkuat lewat Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya transformasi digital dalam pendidikan nasional.
“Pengakuan ini menunjukkan bahwa transformasi digital pendidikan di Indonesia bukan saja agenda teknologi, tetapi juga komitmen negara dalam memastikan semua murid mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” ucapnya.
Penghargaan tersebut di peroleh melalui proses seleksi internasional yang sangat kompetitif.
Dari total 1. 596 proyek global, hanya 360 nominasi terbaik yang merepresentasikan 18 kategori dari WSIS Action Lines.
Selanjutnya, fase pemungutan suara daring berhasil mengumpulkan 2,2 juta suara.
Berkat dukungan masyarakat, Rumah Pendidikan berhasil menonjol dalam kategori E-Government.
Di sisi lain, Anugerah Bug Bounty meraih posisi teratas dalam kategori Membangun Kepercayaan dan Keamanan dalam Penggunaan TIK.
Selain menyampaikan terima kasih, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil kolaborasi yang solid.
“Indonesia telah membuktikan bahwa inovasi pendidikan kita diakui di kancah dunia,” katanya.
Dengan momen ini, Indonesia akan terus menyelaraskan transformasi digital pendidikan dengan target SDGs PBB.
Adapun proses penilaian oleh dewan juri masih berlangsung sampai penentuan pemenang akhir di setiap kategori.
Pemenang WSIS Prizes 2026 akan di umumkan pada WSIS Forum 2026 yang akan di selenggarakan pada 9 Juli 2026 di Jenewa, Swiss.
Sumber: Kemendikdasmen/kemendikdasmen.go.id
- Penulis: Husni
