Kinerja APBD DKI Jakarta Triwulan I 2026 Tunjukkan Fondasi Kuat dan Optimisme Ekonomi
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 81

Sumber: Pemprov DKI Jakarta (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News – Di tengah perubahan global, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus fokus pada pembangunan yang mengutamakan kesejahteraan warga.
Dalam konferensi pers yang di adakan di Balai Kota, Gubernur Pramono Anung menekankan bahwa dasar APBD untuk Triwulan I 2026 tetap kokoh.
Ia juga menambahkan,
“APBD DKI Jakarta sebesar Rp81,32 triliun menunjukkan hasil yang stabil hingga akhir Maret 2026. ”
Realitasnya mencakup pendapatan Rp9,57 triliun, pengeluaran Rp10,38 triliun, dan SiLPA Rp4,77 triliun.
Di samping itu, sebanyak 94. 798 paket pengadaan telah di selesaikan untuk mempercepat manfaat bagi masyarakat.
Oleh karena itu, upaya untuk mempercepat paket yang tersisa terus dilakukan agar efek belanja semakin maksimal.
Di sisi lain, ekonomi Jakarta tumbuh 5,21 persen selama tahun 2025, melampaui pertumbuhan nasional 5,11 persen.
Dengan begitu, ketahanan ekonomi daerah tetap kuat meskipun ada tekanan dari kondisi global yang tidak menentu.
Gubernur menambahkan,
“Indeks keyakinan konsumen mencapai 145,5 pada Maret 2026. ”
Ini menunjukkan bahwa masyarakat merasa optimis tentang keadaan ekonomi yang terus membaik.
Selain itu, penjualan riil naik 4,92 persen di bandingkan tahun sebelumnya pada Februari 2026.
Pada saat yang sama, penggunaan transportasi umum mencapai 112 juta penumpang pada triwulan pertama.
Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan tentang mobilitas publik mendapatkan sambutan baik dari warga.
Gubernur juga menekankan pentingnya kebijakan fiskal yang fleksibel untuk menghadapi tantangan geopolitik global.
Ia menyebutkan,
“Kami sedang mengkaji instrumen pajak yang bersaing, termasuk relaksasi fiskal yang layak. ”
Selanjutnya, inflasi di Jakarta tercatat sebesar 3,37 persen, lebih rendah di bandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen.
Di samping itu, jumlah orang miskin menurun menjadi 439,12 ribu.
Bahkan, rasio gini berkurang dari 0,441 menjadi 0,423, menunjukkan adanya pemerataan yang lebih baik.
Selanjutnya, partisipasi angkatan kerja meningkat menjadi 65,47 persen dengan 5,18 juta orang yang bekerja.
Dengan demikian, kondisi ketenagakerjaan menunjukkan perkembangan positif di awal tahun.
Sementara itu, realisasi PAD mencapai Rp8,74 triliun atau 15,16 persen dari target tahunan.
Secara lebih rinci,
“Pajak dan retribusi memberikan kontribusi sebesar Rp7,64 triliun,” kata Kepala Bapenda Lusiana Herawati.
Selain itu, penerimaan pajak melebihi target dengan capaian 101,09 persen.
Sebagai tambahan, Pemprov memberikan insentif pajak sebesar Rp864 miliar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, realisasi belanja daerah mencapai 13,97 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Menurut Kepala BPKD Michael Rolandi,
“Percepatan pengadaan membantu menjaga aliran kas tetap sehat. ”
Akhirnya, jika tren ini terus berlanjut, pola kurva S di perkirakan akan terbentuk sepanjang tahun 2026.
Sumber: Pemprov DKI Jakarta/jakarta.go.id



- Penulis: Husni
