Penghargaan di berikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno, kepada Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie Imantoro. Pemberian apresiasi ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Banyuasin dalam membangun kemandirian pangan yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pembinaan warga binaan.
Lapas Banyuasin telah mengembangkan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang fokus pada tiga sektor utama, yaitu pertanian, perikanan, dan peternakan. Seluruh kegiatan di arahkan untuk mendukung pembinaan kemandirian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Salah satu keberhasilan besar yang turut mengantarkan Lapas Banyuasin meraih penghargaan ini adalah panen lebih dari 1 ton melon varietas Inthanon yang di budidayakan di green house modern Lapas Banyuasin. Panen melon tersebut bahkan dilakukan bersama Staf Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, menunjukkan kuatnya dukungan dan perhatian dari pemerintah pusat.
Green house melon Inthanon kini menjadi inovasi unggulan dan di proyeksikan sebagai model percontohan bagi seluruh UPT pemasyarakatan di wilayah Sumatera Selatan

