Lapas Karang Intan Perkuat Kolaborasi Pendidikan Bersama STIMI Banjarmasin
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 67

Sumber: Lapas Karang Intan (Dok. Istimewa)
KARANG INTAN, PAStime News – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memperkuat jaringan dalam bidang pendidikan.
Selain itu, tujuan utama adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Pada hari Sabtu (16/7), Lapas Narkotika Karang Intan mendapatkan kunjungan dari Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia Banjarmasin, Dr. Titien Agustina.
Pertemuan berlangsung dengan suasana yang hangat dan semangat kerja sama antara lembaga.
Selanjutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan program pelatihan dan peningkatan kemampuan.
Tidak hanya itu, program ini bertujuan untuk memperluas wawasan, keterampilan, serta membuka peluang pengembangan diri.
Baik petugas maupun penghuni lapas di harapkan dapat merasakan manfaat yang berkelanjutan dari kerja sama ini.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak membicarakan berbagai peluang kerja sama dalam pendidikan dan pelatihan.
Selain meningkatkan pemahaman pendidikan, diskusi juga mencakup pelatihan manajemen dan penguatan karakter.
Selanjutnya, mereka juga membahas tentang peluang pendidikan lanjutan yang lebih terbuka di masa depan.
Oleh karena itu, kerja sama ini di harapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Pemasyarakatan.
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menilai kolaborasi pendidikan sangat penting.
Ia mengatakan bahwa kerja sama ini mendukung perubahan Pemasyarakatan yang lebih manusiawi dan produktif.
“Kerja sama seperti ini sangat krusial untuk memperkuat pelatihan di Lapas,” ujarnya.
Selain itu, ia menambahkan,
“Kami tidak hanya membina, tetapi juga mempersiapkan individu untuk kembali menjadi produktif di masyarakat. “
Sementara itu, Ketua STIMI Banjarmasin, Titien Agustina, menegaskan komitmen institusinya untuk pengembangan pendidikan yang inklusif.
Ia percaya bahwa kontribusi pendidikan harus memberikan dampak yang luas, termasuk di lingkungan Pemasyarakatan.
“Kami melihat Lapas tidak sekadar sebagai tempat pelatihan, tetapi juga sebagai ruang untuk perubahan,” tuturnya.
Selanjutnya, ia menegaskan,
“STIMI Banjarmasin siap bekerja sama dalam pendidikan, pelatihan, dan pengembangan soft skill. “
Kunjungan ini juga membuka kesempatan untuk berdialog tentang pelatihan yang berfokus pada pendidikan dan kewirausahaan.
Selain itu, diskusi mencakup pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Oleh karena itu, kerja sama ini di harapkan bisa membawa dampak yang nyata bagi lingkungan Lapas dan masyarakat secara umum.
Dengan cara ini, kedua lembaga menekankan janji mereka untuk menyediakan pelatihan yang responsif, mendidik, serta berorientasi pada masa depan.
- Penulis: Husni
