Lapas Kelas III Lhoknga Panen Selada Hidroponik Berbasis Pelatihan Kemandirian Warga Binaan sebagai Dukungan Ketahanan Pangan Nasional
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 24

Lapas Kelas III Lhoknga Panen Selada Hidroponik Berbasis Pelatihan Kemandirian Warga Binaan sebagai Dukungan Ketahanan Pangan Nasional (Dok. Istimewa)
LHOKNGA, PAStime News – Pertama, Lapas Kelas III Lhoknga berhasil memanen selada hidroponik yang dihasilkan oleh Warga Binaan sebagai bagian dari pelatihan kemandirian, pada hari Rabu tanggal 4 Februari.
Pelatihan Pertanian Modern Hidroponik di Lapas Lhoknga Melibatkan Petugas dan Peserta Magang Kemnaker sebagai Implementasi Program Aksi Pemasyarakatan
Selanjutnya, petugas Lapas Lhoknga bekerja sama dengan peserta magang Kemnaker angkatan kedua dalam mengadakan panen tersebut.
Selanjutnya, program ini memperkuat pelatihan pertanian modern sekaligus mendorong ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan tersebut menerapkan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama dalam memperkuat kemandirian pangan.
Sementara itu, Kepala Lapas Lhoknga, Husni, menekankan pentingnya memberikan pelatihan keterampilan yang bermanfaat bagi para Warga Binaan.
“Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang mendorong rasa mandiri, sikap kerja yang baik, serta kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat,” ujar Husni.
Di sisi lain, peserta magang Kemnaker Batch II aktif membantu proses penanaman, perawatan, hingga pemanenan tanaman hidroponik.
Selanjutnya, Ketua Tim Hidroponik Peserta Magang, Pretty Amara Di nili, menilai kegiatan ini memberikan pengalaman praktik yang bermakna.
“Program ini memberikan manfaat yang nyata bagi para warga binaan sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi kami sebagai peserta magang,” ungkap Pretty.
Sementara itu, warga binaan yang bernama Tunu mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan yang di berikan untuk mengikuti pelatihan hidroponik.
“Kami mendapatkan keterampilan baru yang bisa menjadi modal usaha setelah bebas nanti,” ujarnya.
Akhirnya, Lapas Lhoknga menunjukkan komitmen untuk mengembangkan pelatihan yang inovatif, sesuai dengan kebijakan pemerintah dan upaya meningkatkan ketahanan pangan dalam lingkungan pemasyarakatan.
- Penulis: Husni
