Optimalisasi Lahan Terbatas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Luwuk Berhasil Mendorong Kemandirian Warga Binaan Melalui Panen Raya Pakcoy Segar Guna Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional Secara Berkelanjutan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 20

Sumber: Lapas Luwuk (Dok. Istimewa)
LUWUK, PAStime News — Oleh karena itu, Lapas Kelas IIB Luwuk terus membuktikan komitmen dukungannya.
Selanjutnya, dukungan tersebut direalisasikan melalui penguatan program ketahanan pangan.
Hasilnya, Warga Binaan sukses memanen sayur pakcoy segar sebanyak 25 kilogram.
Meskipun demikian, kegiatan panen ini memanfaatkan area lahan yang terbatas.
Oleh sebab itu, program pertanian tersebut menjadi bagian pembinaan kemandirian.
Selain itu, langkah ini mendukung 15 Program Aksi Kemenimipas.
Khususnya, prioritas diarahkan pada sektor kemandirian serta ketahanan pangan.
Mengenai keberhasilan tersebut, Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, memberikan penegasan.
Beliau menyatakan, keterbatasan lahan tidak menghalangi produktivitas Warga Binaan.
“Panen pakcoy ini bukan sekadar rutinitas bercocok tanam, melainkan wujud nyata dari komitmen kami dalam menjalankan instruksi dan Program Aksi Kemenimipas. Melalui optimalisasi lahan yang ada, kami ingin memastikan Warga Binaan memiliki keahlian aplikatif di bidang pertanian dan ketahanan pangan yang kelak bisa menjadi bekal berharga saat mereka kembali ke masyarakat,” ujar Bahrun.
Dengan demikian, budidaya pakcoy dikelola secara konsisten oleh Subseksi Giatja.
Oleh karena itu, Warga Binaan mengolah media tanam hingga pemetikan.
Sebab, mereka telah menerima pembekalan keterampilan agribisnis secara menyeluruh.
Sementara itu, Kepala Subseksi Giatja, Heru Cahyono, menyampaikan apresiasinya.
Ia menjelaskan, kualitas hasil panen sangat memuaskan dan segar.
“Alhamdulillah, panen kali ini mencapai 25 kilogram dengan kondisi sayur yang sangat segar dan sehat. Pembinaan ini kami rancang agar Warga Binaan paham teknik pertanian dari hulu ke hilir. Hasil panen ini nantinya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi di dapur Lapas melalui vendor bama. Hasil dari penyaluran ke pihak vendor ini yang nantinya diputar menjadi premi atau tabungan bagi Warga Binaan yang bekerja,” terang Heru.
Di samping itu, petugas lapangan secara intensif memberikan pendampingan.
Petugas pendamping, Kd Dwipa Sukrawan, menegaskan pengawasan seluruh proses pemanenan.
“Kami selalu mendampingi dan memantau Warga Binaan dari awal penyemaian bibit, perawatan harian, hingga proses panen ini. Selain memastikan kualitas pakcoy tetap bagus dan segar, pemantauan ini penting untuk memastikan seluruh kegiatan pembinaan berjalan dengan tertib dan aman,” ujar Kd Dwipa.
Akhirnya, Lapas Luwuk berkomitmen terus menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang produktif.
Bahkan, program ini secara konsisten berkontribusi bagi Kabupaten Banggai.
- Penulis: Husni
