Jakarta Luncurkan Film Commission Perkuat Industri Perfilman
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 89

Sumber: Pemprov DKI Jakarta (Dok. Istimewa)
JAKARTA, Pastime News – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, secara resmi meluncurkan Jakarta Film Commission (JFC) di XXI Djakarta Theater, Jumat (26/6).
Selain itu, peluncuran ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional.
Selanjutnya, JFC memberikan layanan informasi, koordinasi, serta bantuan dalam proses produksi film dan karya audiovisual di Jakarta.
Rano mengatakan,
“Sebagai kota sinema, hari ini kami meluncurkan Jakarta Film Commission.”
Tugasnya adalah membantu pengembangan ekosistem perfilman, serta mendukung produksi film dan konten audiovisual di Jakarta dengan memberikan layanan informasi, koordinasi, dan fasilitasi bagi industri tersebut.
Sementara itu, Pemerintah Daerah Istimewa Kota Jakarta menetapkan pengurangan dasar pajak barang dan jasa tertentu sebesar 50 persen untuk film nasional.
Kebijakan tersebut di jalankan berdasarkan Keputusan Gubernur dengan nomor 531 tahun 2026.
Menurut Rano,
“Kami ingin memberi tahu para produser film Indonesia bahwa mulai malam ini, pajak untuk menonton film nasional akan dikembalikan sebesar 50 persen.”
Kebijakan ini pernah di terapkan saat gubernur sebelumnya menjabat, lalu sementara berhenti karena aturan yang berlaku, dan kini kami kembali memperkenalkannya kembali.
Selanjutnya, insentif ini di harapkan dapat mendorong peningkatan produksi film dalam negeri, terutama film yang di produksi dan menggunakan lokasi syuting di Jakarta.
Ia menekankan,
“Keringanan ini bertujuan memberi insentif kepada rumah produksi agar semakin aktif membuat film, terutama di Jakarta, sehingga dapat memperkuat peran Jakarta sebagai pusat produksi film dan kota sinema nasional.”
Selain mengenalkan JFC, Pemprov DKI Jakarta juga merilis platform Filming in Jakarta sebagai layanan produksi yang terpadu.
Selanjutnya, layanan tersebut memudahkan proses penyediaan informasi, koordinasi, penerbitan izin, serta akses ke berbagai lokasi yang di gunakan untuk syuting.
Rano menjelaskan,
“Jakarta Film Commission merupakan bentuk ekosistem layanan satu pintu bagi industri perfilman.”
Saat ini, kami sedang fokus pada program Filming in Jakarta, namun di masa depan kami akan mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi dengan para pelaku industri film.
Di sisi lain, Rano menyebutkan bahwa minat produser dari luar negeri terhadap Jakarta terus berkembang.
Ia mengatakan,
“Baru-baru ini saya bertemu dengan sejumlah produser dari Korea Selatan, Malaysia, Singapura, hingga Brunei Darussalam.”
Bahkan, Netflix berencana membuat enam film di Jakarta. Ini menunjukkan bahwa sektor ekonomi kreatif, terutama bidang perfilman, sedang berkembang dengan sangat cepat.
Selanjutnya, Rano yakin bahwa industri film akan menjadi salah satu pendorong utama sektor ekonomi kreatif di Jakarta.
Sementara itu, aktor dan produser Reza Rahadian menyambut dengan antusias peluncuran JFC beserta berbagai insentif di sektor perfilman.
Ia mengatakan,
“Saya menyampaikan kepada Bang Rano bahwa ke depan biaya perizinan di setiap lokasi syuting perlu diumumkan secara transparan.”
Dengan demikian, para pelaku industri dapat mengetahui dengan jelas besar insentif atau potongan yang diberikan, sehingga memungkinkan mereka menyusun perencanaan produksi secara lebih baik.
Sumber: Pemprov DKI Jakarta/jakarta.go.id
- Penulis: Husni
