Lapas Purwokerto Gelar Maulid Nabi, WBP Dapat Pesan Religi dan Motivasi
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 109

Lapas Purwokerto menampilkan peringatan Maulid Nabi yang inspiratif dengan tausiyah dan sesi motivasi untuk warga binaan. (Dok: Humas Lapas Purwokerto)
PAStime News, Purwokerto – Lapas Kelas IIA Purwokerto menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat pada Rabu (17/9/2025). Bertempat di Masjid At-Taubah, kegiatan ini berlangsung sejak pukul 08.30 WIB dan di ikuti oleh seluruh pegawai serta warga binaan. Acara ini menunjukkan bagaimana Lapas Purwokerto terus membangun ikatan spiritual yang kuat.
Petugas membuka acara dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian Kalapas Purwokerto, Aliandra Harahap, menyampaikan sambutan. Ia menekankan bahwa peringatan Maulid menjadi momentum penting untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari.
KH. Chavchay Syaifullah hadir menyampaikan tausiyah yang menggugah. Ia mengajak para peserta meneladani sifat Rasulullah seperti jujur, amanah, dan penuh kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat. Suasana pun terasa semakin religius dan menyentuh, berkat upaya Lapas Purwokerto mendorong pencerahan rohani.
Selain tausiyah, motivator nasional Dik Doank turut mengisi sesi inspiratif. Dengan gaya khasnya, ia membakar semangat para warga binaan untuk tetap optimis dan memaknai masa pidana sebagai waktu untuk memperbaiki diri. Kehadiran motivator ini di Lapas Purwokerto sangat di nantikan para peserta yang menyambut antusias pesan-pesan yang ia sampaikan.
KH. Chavchay kemudian memimpin pembacaan shalawat dan doa bersama. Seluruh peserta memanjatkan harapan agar diberikan kekuatan dalam menjalani proses pembinaan dengan sabar dan ikhlas. Ini menegaskan pentingnya kegiatan religius di Lapas Purwokerto.
Melalui kegiatan ini, Lapas Purwokerto terus memperkuat nilai-nilai religius di lingkungan pemasyarakatan. Selain sebagai sarana dakwah dan pembinaan spiritual, pengajian ini juga menjadi upaya mempererat ukhuwah, membangun karakter, dan menciptakan suasana yang harmonis di dalam lapas.
- Penulis: mamang
