Lapas Sukamiskin Pamerkan Speedboat Karya Warga Binaan di Ajang Internasional
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 25

Lapas Sukamiskin Pamerkan Speedboat Karya Warga Binaan di Ajang Internasional (Dok. Istimewa)
Melalui program vokasional perkapalan berbasis keterampilan industri, Lapas Sukamiskin menegaskan kontribusi nyata pembinaan Pemasyarakatan terhadap ekonomi biru, ketahanan nasional, dan pembangunan sumber daya manusia berdaya saing global
Selanjutnya, pendekatan ini membantu mengurangi ketidakpedulian nelayan terhadap penggunaan peralatan modern dalam kapal mereka.
Selanjutnya, pengembangan terutama di tujukan pada efisiensi penggunaan bahan bakar, peningkatan kecepatan produksi, ketahanan, serta peningkatan kecepatan perahu.
Sebagai akibatnya, program ini memiliki potensi untuk meningkatkan ketahanan pangan dengan meningkatkan produksi perikanan laut.
Selain itu, juga di kembangkan kapal cepat berjenis SB-10 dengan panjang sepuluh meter.
Selanjutnya, SB-10 di harapkan mampu mencapai kecepatan 50 knot untuk di gunakan dalam patroli, layanan ambulans, serta angkutan cepat.
Berdasarkan data tahun 2026, terdapat 526 unit Rutan dan Lapas yang menyimpan sekitar 276.000 orang Warga Binaan.
Dengan demikian, proses replikasi SUKAKAPAL memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung strategi nasional yang mencakup berbagai sektor.
Jika setiap lembaga pemasyarakatan bisa membuat satu kapal patroli dan tiga kapal nelayan setiap tahun, maka kapasitas produksi nasional akan sangat besar,” kata Andi Wahyu Suwardi.
Potensi itu bisa memberikan dukungan nyata bagi Asta Cita Presiden RI,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Ditjen Pemasyarakatan, Gun Gun Gunawan, menegaskan bahwa pembinaan yang di lakukan berorientasi pada kelanjutan.
Program ini memberikan kemampuan tertentu kepada Warga Binaan agar mereka siap untuk bekerja setelah dilepaskan,” ujarnya.
Akhirnya, keberhasilan Lapas Sukamiskin dalam mengikuti pameran internasional menunjukkan betapa efektifnya program pembinaan yang berfokus pada potensi setiap narapidana.
Selaras dengan itu, program ini membantu memperkuat sumber daya manusia, ekonomi kreatif, ekonomi biru, serta industri maritim nasional.
- Penulis: Husni
