Lapas Kelas IIB Tanjung kembali menunjukkan hasil positif melalui panen kembang kol seberat 20 kilogram.
Selain itu, kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 18 April, di area kebun pembinaan.
Dengan demikian, program pembinaan kemandirian terus berjalan secara konsisten.
Selanjutnya, petugas, peserta magang, dan Warga Binaan terlibat aktif dalam kegiatan pertanian tersebut.
Oleh karena itu, kolaborasi ini memperkuat proses pembelajaran yang aplikatif.
Di sisi lain, kegiatan ini juga meningkatkan produktivitas lahan di lingkungan lapas.
Kemudian, panen di lakukan sebagai bagian dari pelatihan keterampilan bercocok tanam bagi Warga Binaan.
Selain itu, kegiatan ini menekankan praktik pengelolaan lahan dan perawatan tanaman.
Dengan begitu, peserta memahami proses panen yang baik dan benar.
Staf kegiatan kerja, Muhammad Nor, menjelaskan program ini mendukung aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Selain itu, program ini berfokus pada kemandirian pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
Oleh sebab itu, kegiatan ini terus di kembangkan secara berkelanjutan.
“Kami terus mendorong Warga Binaan untuk aktif dalam program pertanian.
Selain itu, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan, tetapi juga membentuk keterampilan masa depan,” ujar Muhammad Nor.
Sementara itu, keterlibatan peserta magang menciptakan kolaborasi pembelajaran yang efektif di lingkungan lapas.
Dengan demikian, proses pembinaan berjalan aktif, edukatif, dan produktif.
Di samping itu, suasana kerja sama semakin memperkuat kualitas pelatihan.
Salah satu Warga Binaan, Ideham, mengaku senang mengikuti kegiatan pertanian tersebut.
Selain itu, ia merasakan manfaat langsung dari pengalaman yang d iperoleh.
“Saya mendapatkan pengalaman baru yang sangat bermanfaat.
Dari tidak tahu cara menanam, sekarang bisa merawat hingga panen,” ungkap Ideham.
Lebih lanjut, keberhasilan panen ini membuktikan lahan lapas dapat dimanfaatkan secara optimal.
Oleh karena itu, proses penanaman hingga panen di lakukan secara bertahap dan terarah.
Dengan demikian, pendampingan intensif membantu peserta memahami teknik budidaya secara langsung.
Terakhir, Lapas Tanjung berharap program kemandirian pangan terus berkembang ke depan.
Selain itu, program ini di harapkan memberi manfaat berkelanjutan bagi Warga Binaan.
Dengan begitu, lapas dapat menjadi lingkungan yang produktif, mandiri, dan berdaya guna