LPKA Kelas II Palangka Raya Gandeng Dinas Pertanian Optimalkan Lahan Produk
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 37

Sumber: LPKA Palangka Raya (Dok. Istimewa)
PALANGKA RAYA, PAStime News — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palangka Raya menggelar bimbingan teknis pertanian, Kamis (6/8).
Selanjutnya, agenda tersebut berkolaborasi langsung bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya.
Oleh karena itu, kegiatan bertempat di area area lahan pertanian LPKA Palangka Raya.
Selain itu, pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas seluruh pegawai secara optimal.
Dengan demikian, program ketahanan pangan serta pembinaan kemandirian dapat diperkuat.
Kemudian, Bimbingan Teknis menghadirkan Kepala Bidang TPH, Herning Raharjanti.
Oleh sebab itu, jajaran staf Seksi Pembinaan turut hadir mengikuti pelatihan.
Bahkan, para peserta menerima materi teknis sekaligus praktik penyiapan lahan.
Akibatnya, pemahaman mengenai pengolahan tanah dan pemasangan mulsa semakin meningkat.
Selanjutnya, area tersebut diproyeksikan untuk penanaman komoditas utama cabai.
Maka dari itu, kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi anak binaan.
Di sisi lain, Kepala LPKA Palangka Raya memberikan apresiasi setinggi-tingginya.
“Kami mengapresiasi dukungan dan pendampingan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya. Bimbingan teknis ini menjadi bekal yang sangat bermanfaat bagi pegawai dalam mengelola lahan pertanian sehingga nantinya dapat menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi Anak Binaan sekaligus mendukung Program Ketahanan Pangan,” ujar Kurniawan Wawondos.
Sementara itu, pihak Dinas Pertanian turut menegaskan krusialnya pengolahan lahan.
“Pengolahan tanah dan pemasangan plastik mulsa merupakan tahapan penting dalam budidaya hortikultura karena sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Kami berharap ilmu yang diberikan hari ini dapat diterapkan dengan baik sehingga lahan yang telah dipersiapkan mampu menghasilkan tanaman yang produktif,” ujar Herning.
Oleh karena itu, pendampingan intensif diberikan agar budidaya berjalan maksimal.
Dengan demikian, area pertanian siap menjadi sarana pembelajaran yang berkelanjutan.
Akhirnya, keterampilan tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi anak binaan.
- Penulis: Husni
