Optimalisasi Produksi dan UMKM Lapas Cipinang Dorong Kemandirian Warga Binaan Secara Berkelanjutan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 75

Sumber: Lapas Cipinang (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News – Lapas Kelas I Cipinang secara berkelanjutan memperkuat upaya kemandirian melalui peningkatan produksi serta pengembangan produk berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah.
Di samping itu, inisiatif ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk tahun 2026, terutama dalam hal memperkuat pemasaran.
Untuk itu, Lis Susanti, Kepala Bidang Kegiatan Kerja, menekankan pentingnya fokus pada peningkatan kapasitas, mutu, dan variasi produk.
Lebih lanjut, ia menyampaikan arahan dari Kepala Lapas, Wachid Wibowo, yang meminta agar setiap unit berupaya meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan dan terukur.
“Pembinaan kemandirian harus membuahkan hasil yang nyata. Kita dorong peningkatan volume produksi dan produk unggulan,” kata Lis pada Selasa (21/4).
Ia juga mencontohkan Batik Lintas Lima dan peternakan ayam petelur sebagai dukungan untuk ketahanan pangan.
Di sisi lain, fokus penguatan produksi tidak hanya pada jumlah tetapi juga pada kualitas dan keberlanjutan pemasaran lewat koperasi.
Dengan demikian, karya-karya dari Warga Binaan mampu menciptakan nilai ekonomi serta menjadi bekal keterampilan setelah mereka di bebaskan.
Sementara itu, Gugi Triaji, Kepala Seksi Bimbingan Kerja, mengungkapkan program pelatihan berbasis kerja produktif sudah di laksanakan secara terstruktur.
“Selama ini, kami telah melakukan pelatihan dan produksi di beberapa unit kerja,” ungkap Gugi.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan batik, kerajinan tangan, serta pengembangan peternakan menjadi fokus utama dalam program pembinaan.
Ke depan, mereka akan meningkatkan kapasitas produksi dan standar kualitas agar produk menjadi lebih kompetitif.
Selain itu, manfaat dari program ini di rasakan langsung oleh Warga Binaan terkait peningkatan pengalaman kerja.
Salah satu Warga Binaan, YHT, menyatakan bahwa program ini memberikan keterampilan yang bermanfaat ketika bebas.
“Di sini kami tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga belajar untuk bekerja dan menciptakan sesuatu,” katanya.
Dengan demikian, ia merasa memiliki bekal keterampilan untuk kembali ke masyarakat dengan mandiri.
Oleh karena itu, penguatan pembinaan berbasis produksi menjadi strategi yang penting untuk menciptakan kemandirian yang berkelanjutan.
Lapas Cipinang juga menegaskan komitmennya dalam menyediakan program yang membuka kesempatan ekonomi untuk Warga Binaan.
Akhirnya, langkah ini merefleksikan implementasi nyata dari pelayanan PRIMA menuju sistem pemasyarakatan yang produktif, berdaya saing, dan berorientasi pada reintegrasi sosial.
- Penulis: Husni
