Mengangkat Pesona Kain Tradisional: Kementerian Pariwisata Gelar Pameran Wastra Nusantara Demi Mendorong Wisata Berbasis Budaya di Pusat Ibu Kota
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 22

Sumber: Kementerian Pariwisata (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News — Kementerian Pariwisata menyelenggarakan pameran bertajuk “Jelajah Indonesia Wastra Nusantara”. Agenda ini berlangsung di Rama Atrium Grand Indonesia.
Acara digelar sejak tanggal dua hingga enam September dua ribu dua puluh enam. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya.
Oleh karena itu, Kemenpar ingin mendekatkan tradisi lokal kepada masyarakat urban. Selain itu, pameran ini mendorong konsep pariwisata berbasis pengalaman.
Sebab, kain tradisional menyimpan potensi besar sebagai daya tarik wisata. Di samping itu, setiap helai kain membawa identitas daerah.
Bahkan, warisan tekstil menyimpang cerita serta pengetahuan sejarah Nusantara. Maka dari itu, Kemenpar memamerkan ragam batik, tenun, dan ikat.
Selanjutnya, pameran ini memanfaatkan kain sebagai media penceritaan destinasi. Alhasil, minat masyarakat untuk melawat ke daerah asal meningkat.
Dampaknya, tingkat pergerakan wisatawan serta belanja pariwisata nasional terdorong.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menyatakan, “Indonesia memiliki kekayaan wastra yang luar biasa, baik sebagai identitas budaya maupun magnet pariwisata. Kami berharap sinergi ini menempatkan wastra bukan sekadar produk tekstil, melainkan jembatan yang menghubungkan wisatawan dengan keunikan destinasi di berbagai wilayah Indonesia.”
Selanjutnya, penyelenggaraan ini terwujud berkat kolaborasi strategis lintas sektor. Contohnya, Bank Central Asia menyediakan area seluas seratus dua belas meter.
Kemudian, dukungan turut hadir dari HIPPINDO beserta pihak BINA. Akibatnya, ruang promosi bagi produk budaya lokal semakin meluas.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Erwita Dianti, mengungkapkan, “Kerja sama antara Kementerian Pariwisata, BCA, HIPPINDO, dan BINA menjadi bagian penting dalam menghadirkan pameran yang representatif. Melalui dukungan area pameran dari BCA serta jaringan ritel HIPPINDO, kami dapat menyediakan ruang promosi yang lebih luas bagi keindahan wastra Indonesia. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap wastra, tetapi juga menggerakkan wisatawan nusantara untuk mengunjungi destinasi asal kain-kain tersebut.”
Oleh sebab itu, pameran ini melibatkan banyak pelaku industri wisata. Di antaranya, Batik Warisan Pekalongan dan Lombok Paradise Tour Travel.
Selain itu, Badan Otorita Borobudur turut hadir mewakili Jawa Tengah. Seterusnya, Jabu Bonang mempromosikan destinasi unggulan area Danau Toba.
Selanjutnya, Ainon Holidays serta CakraMahira Travel mempromosikan wisata daerah. Tambahan lagi, 8 Island Adventure bersama APH Travel meramaikan acara.
Bahkan, lini ritel Batik Riana Kesuma turut menampilkan ragam koleksi. Sama halnya, Batik dan Tenun Rolla memamerkan karya terbaiknya.
Oleh karena itu, pengunjung dapat menggali informasi perjalanan wisata budaya. Tambahan pula, pengunjung dapat mengikuti beragam aktivitas edukatif interaktif.
Misalnya, praktik membatik secara langsung bersama perajin lokal berpengalaman. Seterusnya, peragaan busana menghadirkan Miss dan Mister Tourism ASPPI.
Akhirnya, diskusi interaktif, kuis, serta sesi penataan gaya melengkapi pameran.
Sumber: Kementerian Pariwisata/kemenpar.go.id
- Penulis: Husni
