Akselerasi Inovasi Pelayanan Publik: Pemprov DKI Jakarta Resmi Menggelar Forum Digital Internasional JFCF 2026
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 34

Sumber: Pemprov DKI Jakarta (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Diskominfotik dan Unit Pengelola Jakarta Smart City resmi meluncurkan ajang bergengsi.
Oleh karena itu, forum internasional bertajuk JAKI & Fellowship Cities Forum (JFCF) 2026 siap di selenggarakan secara hybrid.
Selanjutnya, agenda berfokus pada pertukaran praktik terbaik transformasi digital serta penguatan inovasi pelayanan publik antardinas.
Berkenaan dengan hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di jadwalkan secara resmi membuka ajang prioritas ini.
Bahkan, seluruh kepala daerah di kawasan Jabodetabek di pastikan turut berpartisipasi aktif secara virtual.
“Hari ini kami mengumumkan penyelenggaraan JAKI & Fellowship Cities Forum 2026. Forum ini menjadi ruang kolaborasi untuk berbagi praktik terbaik transformasi digital dan inovasi pelayanan publik antarpemerintah,” kata Marulina Dewi selaku Kepala Diskominfotik DKI Jakarta di JSC Lounge, Balai Kota Jakarta, Jumat (14/8).
Sebagai informasi, kegiatan interaktif ini akan berlangsung intensif selama dua hari penuh pada 19–20 Agustus 2026.
Di samping itu, penyelenggara telah menyusun rangkaian 16 sesi diskusi yang mencakup tujuh sesi luring serta sembilan daring.
Secara keseluruhan, forum ini menargetkan partisipasi 3.000 peserta dari kementerian, pemerintah daerah, akademisi, hingga masyarakat umum.
Oleh sebab itu, pendaftaran bagi publik dapat di akses langsung melalui laman resmi https://smartcity.jakarta.go.id/JFCF.
Lebih lanjut, modernisasi pelayanan masyarakat kini bertransformasi menjadi kebutuhan mutlak yang serba cepat, transparan, sekaligus responsif.
Maka dari itu, Jakarta berkomitmen mendorong akselerasi serta pemerataan inovasi teknologi secara inklusif ke berbagai penjuru daerah.
“Jakarta ingin menjadi penghubung kolaborasi agar transformasi digital berkembang merata di seluruh Indonesia,” tegas Marulina.
Selain menyelenggarakan diskusi formal, Pemprov DKI Jakarta juga menghibahkan dua sistem digital unggulan tanpa di pungut biaya.
Dua sistem tersebut yaitu City Data Platform serta Learning Management System untuk diserahkan kepada pemerintah mitra.
Tak hanya itu, bantuan teknis komprehensif di siapkan agar implementasi platform berjalan efisien di tingkat daerah.
“Kami tidak hanya berbagi pengalaman, tetapi juga menyediakan platform digital beserta pendampingannya agar manfaat transformasi digital dapat di rasakan lebih luas,” jelas Marulina.
Sementara itu, pihak Diskominfotik turut memaparkan pencapaian aplikasi JAKI yang sudah di unduh melebihi 7,06 juta kali.
Saat ini, aplikasi unggulan tersebut telah berhasil memfasilitasi integrasi sebanyak 101 fitur pelayanan publik digital.
Di sisi lain, keandalan sistem pengaduan Cepat Respon Masyarakat (CRM) terus ditingkatkan menggunakan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence.
Secara spesifik, AI Image Detector dan AI Recapture Detection diterapkan demi memvalidasi keabsahan setiap laporan warga.
“Kami terus mengembangkan JAKI, mulai dari integrasi Satu Data Jakarta, penambahan layanan publik, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan untuk memastikan setiap laporan warga dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti secara akurat,” tutur Marulina.
Sejalan dengan hal tersebut, antusiasme institusi daerah maupun universitas untuk mempelajari konsep kota cerdas menunjukkan tren peningkatan.
Oleh karena itu, forum JFCF 2026 di rancang khusus sebagai ruang pembelajaran bersama lintas pemangku kepentingan.
“Setiap hari kami menerima kunjungan studi banding. Melalui forum ini, kami menghadirkan pakar transformasi digital, praktisi teknologi, kepala daerah, hingga perwakilan lembaga internasional untuk berbagi pengalaman,” ungkap Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City, Ponirin Ariadi Limbong.
Kemudian, pada hari kedua penyelenggaraan, forum khusus ASEAN Smart Cities Network (ASCN) akan di gelar secara eksklusif.
Pertemuan tersebut bakal menghimpun jaringan kota-kota anggota dari Indonesia seperti Makassar, Banyuwangi, Sumedang, Semarang, hingga Denpasar.
Akhirnya, konsolidasi regional ini di harapkan mampu menghasilkan langkah nyata modernisasi mobilitas serta penerapan kecerdasan buatan perkotaan.
“Melalui forum ini kami berharap lahir kolaborasi dan langkah konkret dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial, komunikasi digital, serta pengembangan mobilitas perkotaan yang lebih modern,” tutup Ponirin.
Sumber: Pemprov DKI Jakarta/jakarta.go.id
- Penulis: Husni
