Langkah Masif Jakarta Mendorong Revolusi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 20

Sumber: Pemprov DKI Jakarta (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara tegas menekankan urgensi sinergi seluruh elemen demi mengentaskan krisis sampah. Oleh karena itu, kolaborasi ini dinilai menjadi kunci utama perubahan mendasar.
Selanjutnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan arahan penting tersebut saat membuka forum strategis di Balai Kota Jakarta.
Meskipun demikian, pergeseran paradigma dari sistem lama menuju pendekatan modern memerlukan komitmen yang sangat kuat dari masyarakat.
Gubernur Pramono Anung menegaskan,
“Dulu polanya adalah angkut-buang. Sekarang menjadi pilah-angkut-olah. Perubahan prinsip ini tentunya memerlukan keseriusan dan kerja sama kita semua agar bisa berjalan dengan baik.”
Oleh sebab itu, forum bertema sinergi multi-pihak ini menjadi sarana vital untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan publik.
Di samping itu, Jakarta memproduksi lebih dari 9.000 ton limbah harian yang sangat tidak mungkin ditangani secara sepihak.
Akan tetapi, program pemilahan limbah rumah tangga yang digulirkan sejak pertengahan tahun ini mulai menunjukkan progres cukup memuaskan.
Secara bersamaan, partisipasi aktif warga dalam memilah limbah mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai level di atas 23 persen.
Selain itu, pasokan limbah menuju TPST Bantargebang berhasil ditekan secara konsisten hingga mencapai ratusan ton setiap harinya.
Terkait pencapaian tersebut, Gubernur Pramono Anung memberikan catatan positif,
“Ini tentunya mempunyai makna yang cukup baik bagi kita, sudah on the track. Untuk itu, diperlukan keseriusan dan keberlanjutan dari komunitas dalam pelaksanaan gerakan pilah sampah. Gerakan ini dan penanganan persoalan persampahan di Jakarta memang betul-betul harus kita tangani secara komprehensif.”
Di samping hal itu, pengawasan berkala dan evaluasi terstruktur akan dijadikan prioritas kerja utama di tingkatan Balai Kota.
Sebagai hasilnya, pengolahan limbah modern melalui fasilitas RDF Rorotan telah berhasil memproses ribuan ton sampah setiap harinya.
Bahkan, strategi pengolahan limbah yang matang ini turut membawa dampak multiplier terhadap penurunan tingkat polusi udara Jakarta.
Sebaliknya, keberhasilan transformasi pengelolaan sampah ini sangat bergantung pada penguatan kebiasaan dasar di tingkat rumah tangga.
Menanggapi hal tersebut, Pendiri Indonesia Water Institute, Firdaus Ali, memberikan pandangannya,
“Perubahan perilaku harus dimulai dari rumah tangga dan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.”
Oleh karena itu, forum kolaboratif ini diharapkan mampu memicu dampak nyata yang berkelanjutan bagi seluruh lingkungan Jakarta.
Sumber: Pemprov DKI Jakarta/jakarta.go.id
- Penulis: Husni
